Apa Itu Makanan Retort yang Dikirim Relawan untuk Pengungsi Banjir di Sumatera?

makanan retort, teknologi retort, retort, Apa Itu Makanan Retort yang Dikirim Relawan untuk Pengungsi Banjir di Sumatera?

Hingga hari ini, Senin (15/12/2025), masih banyak kawasan terdampak banjir Sumatera yang masih membutuhkan bantuan, baik logistik, tenaga medis, juga obat-obatan.

Hal ini membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh menyurati dua lembaga resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF agar membantu penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh.

"Secara khusus Pemerintah Aceh resmi juga telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional atas pertimbangan pengalaman bencana tsunami 2004, seperti UNDP dan UNICEF," kata Majelis Tinggi Aceh (MTA) dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/12/2025), dilansir dari , Senin.

MTA mencatat saat ini ada sekitar 77 lembaga dengan 1.960 relawan yang sudah berada di Aceh. Mereka adalah lembaga atau NGO lokal, nasional, dan insternasional.

"Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah dalam respons kebencanaan ini," katanya.

Kehadiran lembaga dan relawan diharapkan dapat terus memperkuat kerja-kerja kedaruratan dan pemulihan bencana yang sedang berlangsung hingga saat ini.

Relawan berfokus ke makanan sehat

Selain memikirkan kebutuhan medis dan air bersih, relawan juga memikirkan solusi pangan sehat yang praktis agar para penyintas bencana tidak tumbang karena sakit.

Dan pilihan itu jatuh pada makanan retort.

Salah satu relawan yang menginisiasi hal ini adalah Britania Sari, praktisi kemandirian pangan dan co-founder Ketumbarws.

"Mendonasikan makanan siap santap untuk penyintas bencana penting untuk kita upayakan dan usahakan, karena makanan ini dapat menjadi solusi sementara untuk daerah yang terisolir dan tidak terdapat dapur umum karena tidak tersedianya bahan pangan, listrik, air dan perlengkapan memasak," ujarnya kepada Kompas.com, Sabtu (13/12/2025).

Dengan mengajak kerja sama beberapa brand pangan sehat, Sari sudah mengirimkan ribuan paket makanan siap santap hasil teknologi retort.

Terutama, makanan retort ini dikirim ke daerah bencana yang masih terisolir. Sedangkan daerah yang sudah terbuka aksesnya dan terletak di dekat pasar tradisional, mereka cukup membantu membuka dapur umum untuk digunakan sebagai pusat logistik di area pengungsian.

Donasi makanan siap santap dengan teknologi retort itu berisi paket lengkap nasi, sayur, dan lauk pauk.

Menu yang diolah didominasi menu khas Sumatera agar bisa cocok di lidah pengungsi.

Menu ini adalah nasi, telur asin, gulai nangka, rendang, tongkol balado, ayam gulai, dan masih banyak lagi.

Apa itu makanan retort?

makanan retort, teknologi retort, retort, Apa Itu Makanan Retort yang Dikirim Relawan untuk Pengungsi Banjir di Sumatera?

Makanan retort produksi Omah Syusyu.

Makanan retort yang dikirimkan ke Sumatera dan berhasil digalang oleh Sari adalah produksi dari  @omahlauk_byomahsyusyu, @sanrahfood, @dapur_pedak, @amimienoodle, Skyeats, dan Retort Relief.

"Makanan siap santap retort kami utamakan dikirimkan ke daerah yang terisolir seperti Aceh Tamiang, Langkahan, Sawang, Bener Meriah, dan Takengon karena akses masyarakat terhadap bahan pangan sangat sulit di sana," ujar Sari.

Makanan retort adalah makanan siap santap dengan menu harian ala nusantara pada umumnya. Baik berkuah, maupun tanpa kuah.

Selepas matang, makanan akan melalui proses sterilisasi.

"Makanan dikemas dalam kemasan kedap udara (pouch, kaleng) menggunakan suhu dan tekanan tinggi (121-131 derajat Celsius) dalam mesin khusus (retort) untuk membunuh mikroorganisme," ujar Sari.

Dengan metode ini, makanan bisa awet lama, sekitar 1 sampai 2 tahun, tanpa pengawet. 

"Makanan tetap aman dan nutrisinya terjaga, sehingga memungkinkan makanan siap disantap kapan saja," terang Sari.

Novia Tri Kusumawati dari Omah Syusyu, Dieng, Wonosobo mengatakan, makanan retort adalah makanan yang dimasak biasa lalu dikemas dalam pouch khusus retort yang tahan panas tinggi, lalu disterilisasi dengan suhu dan tekanan tertentu sehingga semua bakteri dan spora di dalam kemasan mati.

Dengan metode ini, relawan bisa mengirimkan menu penuh gizi tanpa perlu khawatir basi di perjalanan.

Hingga hari ini, Novia sendiri mengaku sudah mengemas 3.200 paket makanan retort untuk korban bencana di Sumatera.

Cara kerja retort

Dilansir dari Science Direct, retort secara harfiah adalah proses pengolahan makanan yang dikemas, disegel, lalu dipanaskan dalam bejana tekanan tinggi (disebut retort machine atau autoclave).

Proses ini membunuh semua mikroorganisme yang bisa merusak makanan, termasuk bakteri patogen.

Makanan retort tahan disimpan tanpa kulkas dan tetap aman selama berbulan-bulan, bahkan hingga lebih dari satu tahun, tergantung pada jenis produk dan kondisi penyimpanan.

Begini cara kerja retort:

  • Makanan yang sudah matang dimasukkan ke dalam wadah yang kedap udara seperti kantong fleksibel (retort pouch), kaleng, atau botol kaca.
  • Kemasan yang tertutup disterilisasi dalam retort machine dengan tekanan dan suhu tinggi (biasanya di atas titik didih air).
  • Proses ini memastikan tidak ada bakteri atau spora berbahaya yang tersisa, sehingga makanan menjadi steril.
  • Setelah itu, produk dapat disimpan di suhu ruang selama jangka panjang tanpa pendinginan.

Produk yang sering menggunakan teknologi retort adalah makanan siap saji, sup, saus, makanan laut, daging, makanan bayi, hingga makanan darurat dan ransum militer.

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini