Update Korban Banjir Sitaro di Sulut: 16 Orang Tewas, 682 Jiwa Mengungsi

Banjir, Sitaro, Banjir Sitaro, banjir bandang, Update Korban Banjir Sitaro di Sulut: 16 Orang Tewas, 682 Jiwa Mengungsi

Korban tewas akibat banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), bertambah.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (6/1/2026) per pukul 16.00 WIB, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia.

Untuk sementara, lima korban meninggal dunia telah diidentifikasi, namun identitas korban lainnya masih dalam proses.

"Selain korban meninggal, tiga orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian, sementara ratusan warga terdampak harus mengungsi ke tempat yang lebih aman," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dikutip dari keterangan resmi.

Selain itu, tercatat sebanyak 24 orang mengalami luka-luka akibat Banjir Sitaro. Di mana 22 orang dirujuk ke puskesmas setempat, serta dua orang lainnya dirujuk ke rumah sakit di Manado untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

"Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 682 jiwa, dan angka tersebut masih terus diperbarui," tandasnya.

148 Rumah Terdampak Banjir, Tujuh di Antaranya Hanyut

Banjir Sitaro dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari dan menyebabkan aliran air sungai meluap secara tiba-tiba pada Senin (5/1/2026) pukul 02.30 WITA.

Peristiwa ini berdampak pada empat kecamatan, meliputi Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan, dengan sebaran wilayah terdampak di dua kelurahan dan enam desa.

Dari sisi kerusakan, banjir bandang mengakibatkan tujuh unit rumah hanyut, 29 unit rumah rusak berat, dan 112 unit rumah rusak ringan. Sehingga total ada 148 rumah terdampak.

"Sejumlah akses jalan dilaporkan terputus, serta beberapa bangunan kantor dan infrastruktur mengalami kerusakan. Pendataan kerugian materiil masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan," terang Abdul Muhari.

Upaya Penanganan Darurat

Dalam upaya penanganan darurat, BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas, unsur TNI/Polri, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta relawan untuk melakukan pencarian korban hilang, evakuasi warga terdampak, dan pendataan kerusakan.

"Bantuan darurat juga telah disalurkan kepada masyarakat terdampak guna memenuhi kebutuhan dasar pengungsi," katanya.

Pemerintah daerah juga telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026, sesuai dengan Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Nomor 1 Tahun 2026.

"Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dalam penanganan intensif, dengan prioritas pada pencarian korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak," pungkas Abdul Muhari.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang