Kisah Relawan saat Evakuasi Korban Kebakaran Panti Werdha Damai Manado, Gotong Lansia di Kursi Roda Naik ke Pagar

Kisah Relawan saat Evakuasi Korban Kebakaran Panti Werdha Damai Manado, Gotong Lansia di Kursi Roda Naik ke Pagar, Evakuasi Korban Kebakaran Berlangsung Dramatis, Penyebab Kebakaran Diselidiki, Polisi Amankan TKP, Daftar Nama Korban Selamat, Identifikasi Korban Meninggal Dilakukan di RS Bhayangkara Manado

Tragedi kebakaran melanda Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu (28/12/2025) malam.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.36 WITA dan menyebabkan puluhan penghuni panti lansia terjebak di dalam bangunan.

Peristiwa kebakaran ini menewaskan 16 penghuni panti, sementara beberapa penghuni lainnya berhasil dievakuasi dan kini menjalani perawatan medis.

Proses evakuasi korban berlangsung dramatis karena meski telah berusaha maksimal, petugas damkar, relawan, dan warga tidak berhasil menyelamatkan seluruh penghuni panti yang terjebak di dalam bangunan.

Evakuasi Korban Kebakaran Berlangsung Dramatis

Dilansir dari Tribun Manado, api pertama kali berkobar sekitar sekitar pukul 20.36 WITA dan mulai menyambar bagian bangunan.

Lokasi sumber api diduga muncul dan membesar dengan cepat dari bagian belakang panti.

Evakuasi berlangsung di tengah asap tebal dan kobaran api yang cepat mengepung bangunan panti.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi dibantu relawan serta warga sekitar berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan para penghuni yang terjebak.

Salah satu relawan, Reki, mengaku berhasil mengevakuasi tujuh penghuni panti.

Sejumlah lansia yang ditemukan dalam kondisi lemah dan sebagian menggunakan kursi roda, harus dibopong keluar agar selamat dari kobaran api.

Mereka dievakuasi melalui pagar samping panti dengan cara saling mengoper tubuh korban agar segera menjauh dari api.

“Kami angkat satu per satu, ada yang sudah di kursi roda, kami naikkan ke pagar,” ujar Reki dengan suara bergetar.

Namun, tidak semua upaya yang dilakukan oleh relawan dan warga bisa menyelamatkan nyawa korban.

Reki menyebut sempat mengevakuasi seorang opa, namun lantas meninggal dunia lantaran terlanjur terpapar asap dalam jumlah besar.

Ia juga mengenang seorang oma yang sebelumnya menyampaikan harapan untuk segera bertemu keluarga.

"Oma itu katakan ia akan bersama keluarganya pada tanggal 5, tapi ia meninggal dunia, itu yang sesali," katanya.

Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi Reki. Di tengah upaya penyelamatan, ia mengaku mengalami syok, dengan air mata yang tak terbendung saat mengevakuasi para lansia.

Penyebab Kebakaran Diselidiki, Polisi Amankan TKP

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Manado, api diduga muncul dari bagian belakang bangunan dan dengan cepat menjalar ke seluruh area panti.

Kobaran api baru dapat dikendalikan sekitar pukul 21.30 WITA setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku di lokasi kejadian.

Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP.

"Kami masih melakukan olah TKP," kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan menekankan polisi telah mengamankan lokasi untuk keperluan penyelidikan.

"Personel Polsek Tikala bersama Satuan Samapta Polresta Manado segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mencegah gangguan keamanan," ujar Kombes Pol Alamsyah, dalam rilis yang diterima Tribun Manado,com, Senin (29/12/2025).

Alamsyah menjelaskan, Polri bersama warga dan instansi terkait turut membantu proses evakuasi korban selamat ke RSUD Kota Manado dan RS Permata Bunda.

Selain itu, pengamanan juga dilakukan terhadap proses evakuasi korban meninggal dunia dari lokasi kejadian.

Daftar Nama Korban Selamat

Dilansir dari Tribunmanado.co.id pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 10.15 WITA, para korban dirawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Manado.

‎Berdasarkan data resmi yang diterima, berikut daftar sembilan korban yang menjalani perawatan di RSUD Manado:

‎1. Yetti Kandou (86)

‎2. Lao Kiem Hoa (73)

‎3. Meske Merte (65)

‎4. Rolin Rungan (64)

‎5. Paulus Kaonang (70)

‎6. Chrishan Yusuf (67)

‎7. Rike Kaligis (73)

‎8. Sutinem (60)

‎9. Kwan She Poe (68)

Identifikasi Korban Meninggal Dilakukan di RS Bhayangkara Manado

Terhadap korban meninggal, Kepolisian melakukan proses identifikasi yang melibatkan Tim Polresta Manado dan Tim DVI Bidokkes Polda Sulut di RS Bhayangkara Polda Sulut.

"Bidlabfor Polda Sulut juga melakukan olah TKP untuk dan pengumpulan bahan keterangan melalui permintaan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian guna mengetahui kronologis dan dugaan awal penyebab kebakaran," tutur Alamsyah.

Menurutnya, tim masih melakukan proses identifikasi terhadap seluruh korban meninggal dunia hingga diketahui identitas lengkap. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak keluarga korban.

"Jumlah korban yang meninggal sebanyak 16 orang dan saat ini sedang dilakukan proses identifikasi oleh Tim Kepolisian di RS Bhayangkara Manado. Kepada keluarga korban silahkan menghubungi Posko DVI Ante Mortem di RS Bhayangkara Manado," ungkapnya.

Ia pun menyampaikan duka cita kepada keluarga korban.

"Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan," pungkasnya.

Informasi tersebut juga dikonfirmasi Sekda Manado Steven Dandel yang menuturkan bahwa seluruh jenazah korban kebakaran telah dibawa ke RS Bhayangkara Manado.

Menurutnya, proses identifikasi masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.

Wlau begitu, hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran serta jumlah dan identitas korban masih belum dirilis secara resmi.

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul "Polda Sulut Lakukan Penyelidikan Dugaan Awal Penyebab Kebakaran di Panti Werdha Manado", "Panti Werdha Damai Manado Terbakar, 16 Orang Meninggal, Awal Mula Api Diduga Berawal dari Tempat Ini", dam "Daftar Nama 9 Korban Selamat Kebakaran Panti Werdha Ranomuut yang Dirawat di RSUD Manado".

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang