Saksi Mata Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut KA Bangunkarta di Prambanan

daop 6 Yogyakarta, kecelakaan kereta, ka bangunkarta, kecelakaan ka bangunkarta, Saksi Mata Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut KA Bangunkarta di Prambanan

Tiga orang tewas dalam kecelakaan KA Bangunkarta di perlintasan kereta api JPL 320, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, pada Selasa (4/11/2025) pagi.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.43 WIB ketika KA 161 Bangunkarta yang melintas tertemper satu mobil dan dua sepeda motor.

Insiden itu menewaskan tiga pengendara motor, sementara tiga penumpang mobil masih dirawat di rumah sakit.

Salah satu saksi di lokasi, Zidan (20), menceritakan detik-detik kejadian sejak sesaat sebelum tabrakan terjadi.

Saksi Ungkap Detik-detik Terjadinya Kecelakaan

Awalnya, lalu lintas di perlintasan kereta api JPL 320, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan, Sleman, berjalan ramai namun teratur, Selasa (4/11/2025) pagi.

Kendaraan dari dua arah yang melintas di perlintasan sebidang itu bisa melalui rel tanpa hambatan.

Namun, sekitar pukul 10.43 WIB, Zidan yang bekerja di toko dekat lokasi, mendengar suara klakson panjang kereta dari arah timur.

Beberapa detik kemudian, palang perlintasan baru berbunyi, dengan jeda yang menurutnya tidak biasa.

Zidan bergegas keluar dari tokonya dan melihat sebuah mobil serta dua sepeda motor tertabrak kereta yang melaju kencang.

Menurut pengamatannya, mobil dan motor Scoopy datang dari arah utara, sementara motor Vario dari arah selatan. Ketiganya hendak menyeberang rel saat kereta datang.

Diduga, palang perlintasan terlambat turun karena truk yang lebih dulu melintas sehingga kendaraan di belakangnya tidak sempat menghindar.

Benturan keras terdengar dan mengagetkan warga yang berada di area sekitar.

Tiga Pengendara Motor Meninggal Dunia

Dalam insiden itu, mobil yang tertabrak membawa tiga penumpang—dua orang dewasa dan satu anak kecil.

Sementara, dua pengendara sepeda motor yang tengah melintas juga menjadi korban.

Warga sekitar segera berkerumun dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Namun, tiga pengendara sepeda motor dinyatakan meninggal dunia akibat insiden ini. Sementara kondisi penumpang mobil masih mendapat penanganan medis.

Polisi segera tiba di lokasi dan memasang garis polisi di sekitar kendaraan yang rusak parah.

Mobil korban ditutup dengan terpal biru dan perlintasan JPL 320 dijaga ketat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

KAI Daop 6 Yogyakarta Sampaikan Belasungkawa

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyatakan keprihatinan atas kejadian tersebut.

“KAI Daop 6 Yogyakarta sangat menyayangkan dan berbelasungkawa atas kejadian ini. Kami akan mendampingi dan mendukung setiap proses yang dibutuhkan,” katanya, Selasa (4/11/2025).

Feni memastikan seluruh awak dan penumpang KA 161 Bangunkarta dalam kondisi selamat.

Kereta tersebut juga telah melanjutkan perjalanan setelah penanganan di lokasi selesai.

“Untuk penyebab masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan. Saat ini KAI Daop 6 berfokus pada penanganan korban dan pendampingan keluarga untuk seluruh proses yang dibutuhkan,” ujarnya.

Feni menegaskan bahwa KAI akan menanggung seluruh biaya penanganan bagi korban kecelakaan tersebut.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu di perlintasan kereta.

“Kami akan mendampingi dan mendukung seluruh proses yang dibutuhkan. Untuk semua biaya prosesnya dari KAI yang menanggung. Masyarakat juga kami imbau untuk senantiasa berhati-hati dan waspada serta mematuhi rambu-rambu yang berlaku,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul “Saksi Mata Ungkap Kronologi Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Api Sleman” dan “Motor dan Mobil Tertemper KA Bangunkarta di Perlintasan Brambanan-Maguwo, KAI Sampaikan Belasungkawa”.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.