Mukjizat! Semua Keluarganya Meninggal, Bayi 3 Bulan Selamat dari Banjir Bandang di Agam Setelah Tersangkut di Pohon

Rumah warga di Kabupaten Agam rusak parah diterjang banjir bandang
Rumah warga di Kabupaten Agam rusak parah diterjang banjir bandang

Tragedi banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menyisakan kisah pilu dan keajaiban sekaligus.

Seorang bayi berusia tiga bulan ditemukan selamat setelah tersangkut di sebuah pohon, sementara seluruh anggota keluarganya tewas terseret derasnya arus.

Bayi bernama Fathan itu menjadi satu-satunya yang selamat setelah rumah keluarganya di Desa Sungai Selaras Air Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, disapu habis banjir bandang pada Kamis, 27 November lalu.

Warga yang melakukan pencarian menemukan Fathan dalam kondisi hidup, meski terjepit dan tersangkut di sebuah pohon sekitar 150 meter dari lokasi rumahnya yang telah hancur. Ia mengalami luka lecet di wajah, kaki, dan tangan, namun tetap sadar saat ditemukan.

Tragisnya, ayah, ibu, dan kakak Fathan ditemukan tewas akibat musibah tersebut. Sang ibu ditemukan lebih dulu dalam kondisi meninggal dunia. Sementara ayah Fathan sempat ditemukan hidup dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tak tertolong dan meninggal saat dalam perawatan.

Kini Fathan tinggal bersama kakek dan neneknya yang menetap di dekat sungai, tak jauh dari jembatan penghubung Desa Selaras Air Timur dan Desa Seberang Air, wilayah yang masih selamat dari terjangan banjir bandang itu.

Dalam pernyataannya, Faisal, kakek Fathan, tak mampu menyembunyikan kesedihan atas musibah yang menimpa keluarganya, namun tetap bersyukur cucunya berhasil selamat dari bencana besar tersebut.

Untuk diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui jumlah data korban meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

Dilihat dari website resmi BNPB pada Kamis, 4 Desember 2025, pada pukul 19.27 WIB, dari data yang ditampilkan terlihat 836 orang meninggal dunia, sedangkan 509 orang masih belum ditemukan.

Selanjutnya, 2.700 ribu orang terluka. Kemudian, 51 kabupaten/kota terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Selain itu, secara total ada 10.500 rumah rusak. 326 unit fasdik rusak, 295 unit jembatan rusak, 536 fasilitas umum rusak, 185 tempat ibadah rusak dan 115 gedung perkantoran juga mengalami kerusakan.

Laporan: Muhammad Arifin dan Fajar Ramadhan