Kisah Erwin Terseret Banjir Bandang 500 Meter, Selamat Berkat Memeluk Batang Kayu
Erwin (25), warga Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut), mengaku bersyukur karena masih diberikan keselamatan oleh Tuhan.
Erwin baru saja mengalami detik-detik paling mendebarkan dalam hidupnya setelah terseret banjir bandang pada Selasa (25/11/2025).
Ia mampu menyelamatkan diri setelah memeluk batang kayu berukuran besar.
Erwin mengaku, tubuhnya terseret banjir bandang sejauh 500 meter dengan ketinggian air mencapai sepuluh meter.
“Alhamdulillah, saya masih dikasih hidup sama Allah,” ujar Erwin dikutip dari Antara Sumut, Jumat (28/11/2025).
Banyak Warga Belum Ditemukan
Erwin menambahkan, banjir bandang yang menerjang pada Selasa (25/11/2025) membuat kampung tempat tinggalnya luluh lantak.
Peristiwa tersebut juga menyebabkan anak kakak Erwin yang baru berumur satu tahun meninggal dunia usai terseret arus.
“Kami bersedih terutama kakak kandung saya,” ungkap Erwin.
Ia menambahkan, kampungnya hancur setelah diterjang kayu besar dari muara Sungai Aek Garoga.
Menurutnya, masih banyak warga yang jenazahnya belum ditemukan.
“Kami di kampung ini berisi 300 Kepala Rumah Tangga (KK) hingga kini belum pasti ke mana semuanya,” kata Erwin.
“Kami juga meminta dan berharap pemerintah hadir untuk kehidupan kami yang sudah empat hari mengalami kejadian yang menyedihkan ini dalam musibah bencana luar biasa sepanjang hidup saya,” tambahnya.
32 Orang Tewas akibat Banjir dan Longsor Tapanuli Selatan
Berdasarkan laporan Antara Sumut, Jumat (28/11/2025) pukul 14.21 WIB, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Tapanuli Selatan terus bertambah.
BPBD Tapanuli Selatan mencatat, 32 korban ditemukan dalam kondisi meninggal, sementara belasan wilayah masih mengalami dampak berat akibat bencana.
"Korban meninggal sudah 32 orang. Bencana terjadi akibat hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tapsel sejak Senin (24/11/2025) sekitar pukul 07.00 WIB," kata Kepala BPBD Tapsel Julkarnaen Siregar.
Banjir bandang dan longsor Tapanuli Selatan berdampak luas pada sebelas kecamatan, termasuk Sipirok, Marancar, Batangtoru, hingga Angkola Muaratais.
Sebaran korban meninggal ada satu di Sipirok, satu di Angkola Barat, 21 di Batangtoru, serta sembilan di Angkola Sangkunur.
"Batangtoru menjadi wilayah dengan dampak paling besar, dengan jumlah korban jiwa mencapai lebih dari separuh total korban meninggal dunia sementara," ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang