Gerobak Nasi Uduk Jadi Saksi Bisu Bayi Usia 2 Hari Ditelantarkan: Ibu Meninggal, Ditinggal Kakak

Bayi, penemuan bayi, bayi ditinggalkan, Gerobak Nasi Uduk Jadi Saksi Bisu Bayi Usia 2 Hari Ditelantarkan: Ibu Meninggal, Ditinggal Kakak

Sebuah gerobak nasi uduk di depan rumah warga di Jalan Pejaten Raya RT 01/02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi tempat ditemukannya seorang bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia dua hari, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi hidup di dalam sebuah tas belanja yang diletakkan di gerobak nasi uduk. Temuan itu kemudian dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela mengatakan, pihaknya menerima laporan penemuan bayi sekitar pukul 17.43 WIB.

"Kami telah mengecek lokasi penemuan seorang bayi berjenis kelamin perempuan," kata Kapolsek Pasar Minggu Anggiat Sinambela, dikutip dari Antara, Selasa (3/3/2026).

"Diduga sengaja ditelantarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," tambahnya.

Kronologi Bayi Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk

Anggiat menjelaskan, penemuan bayi bermula ketika seorang warga bernama Dinda mendengar suara tangisan dari lantai dua rumahnya pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dinda mencoba mencari sumber suara tersebut. Tanpa diduga, ia menemukan tas belanja di dalam sebuah gerobak nasi uduk.

Lokasi gerobak berada di depan rumahnya. Setelah tas belanja dibuka, ia menemukan bayi perempuan yang ditelantarkan.

“Kemudian saksi cek ke dalam tas belanja tersebut melihat seorang bayi perempuan dalam posisi miring memakai pakaian boneka beruang warna biru dan diselimuti baby blanket,” jelas Anggiat dikutip dari , Kamis (4/3/2025).

Dinda segera memberi tahu ibunya bahwa seorang bayi ditinggalkan di gerobak nasi uduk.

Dinda kemudian membawa bayi tersebut ke rumah dan melaporkan peristiwa ini kepada ketua RT.

Pihak RT meneruskan laporan tersebut kepada Bhabinkamtibmas sampai ke Polsek Pasar Minggu.

Ibu Dinda, Marlinah, juga menyempatkan waktu untuk mengganti popok bayi yang sudah kotor sambil menunggu polisi datang.

Tas Belanja Berisi Susu hingga Tisu Basah

Anggiat menjelaskan, di dalam tas yang sama, ditemukan sejumlah perlengkapan bayi, seperti susu formula merek SGM, tisu basah, serta sarung tangan bayi berwarna biru.

Ada pula secarik kertas berisi pesan yang diduga ditulis seseorang yang mengaku kakak kandung bayi tersebut. 

Di dalam surat, kakak bayi berinisial Z meminta siapa pun yang menemukan bayi tersebut untuk merawat adiknya.

Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Z ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan,” tulis Z.

Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjungi dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya. Terima kasih,” tambahnya.

Z juga menuliskan informasi dirinya berusia 12 tahun, sementara adiknya lahir pada Senin (2/3/2026).

Pemerintah Pastikan Bayi Sudah Ditangani

Menanggapi peristiwa tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan pemerintah daerah akan memberikan penanganan terhadap bayi tersebut.

Ia menyebut persoalan sosial seperti ini seharusnya dapat dilaporkan melalui jalur resmi pemerintah, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan agar bisa segera ditangani.

“Saya baca berita itu. Mudah-mudahan anak ini tidak salah datang. Kalau dia mungkin datang di kelurahan, pasti akan ditanggulangi,” kata Rano di Balai Kota Jakarta, dikutip dari , Kamis (5/3/2026).

"Minimal Dinas Sosial akan turun langsung. Mudah-mudahan dia tidak salah datang," tambahnya.

Menurut Rano, pemerintah daerah langsung berkoordinasi dengan dinas terkait setelah mengetahui kabar tersebut melalui pemberitaan media.

“Saya berterima kasih kepada teman-teman media yang mengekspos ini, sehingga kita bisa segera cepat menanggulangi, karena itu bagian kegiatan sosial yang memang dilakukan oleh Jakarta,” ujarnya.

"Apalagi kalau sudah di media, wah saya paling, pertama kali itu yang saya share kepada dinas terkait untuk menanggulangi atau mengantisipasi itu," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang