Penyelamatan Dramatis, Pasutri Lansia Dua Hari Terkurung Banjir di Aceh Barat
Aksi penyelamatan dramatis dilakukan personel Satpolairud Polres Aceh Barat ketika sepasang suami-istri lanjut usia atau lansia ditemukan terkurung banjir selama dua hari di Desa Gunong Rambong, Kecamatan Woyla.
"Operasi penyelamatan digelar setelah pihak desa melaporkan bahwa pasangan lansia tersebut sudah dua hari tidak pulang ke rumah akibat terjebak banjir," kata Kasat Polairud Polres Aceh Barat, Iptu Karianta, Jumat, 28 November 2025.
Wilayah tersebut menjadi salah satu titik terdampak paling parah akibat luapan air yang terus meninggi. Dari 65 KK, sebanyak 62 rumah sudah terendam hingga setinggi dada orang dewasa. Puluhan warga pun terpaksa mengungsi ke balai desa demi bertahan.
Personel TNI mengevakuasi warga terdampak banjir di Aceh Tengah
Dalam situasi darurat dan hujan yang tak kunjung berhenti, petugas harus bergerak perlahan menembus genangan sepanjang dua kilometer untuk mencapai rumah korban. Air yang naik setiap menit membuat misi semakin berisiko.
Di tengah rumah yang dikepung air dan gelap, pasangan lansia itu — Nurasyiah (65) dan suaminya Tgk Safi’i (70) — akhirnya ditemukan dalam kondisi sangat lemah. Tgk Safi’i dikenal sebagai imam desa, sehingga kabar hilangnya mereka dalam dua hari terakhir membuat warga diliputi kecemasan.
Dengan menggunakan perahu karet, tim penyelamat mengevakuasi keduanya dari bahaya yang mengintai di setiap sudut desa yang terendam.
Polres Aceh Barat terus meningkatkan koordinasi bersama BPBD, TNI, dan perangkat desa setempat untuk menghadapi potensi banjir susulan akibat cuaca yang semakin memburuk.
Menurutnya, penanganan bencana membutuhkan sinergi semua pihak demi keselamatan masyarakat. Masyarakat yang masih bertahan di rumah juga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika membutuhkan bantuan.
Aksi penyelamatan ini menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam memberikan perlindungan terbaik bagi warga, terlebih dalam situasi darurat seperti saat ini.