Tanggal 5 Februari Memperingati Hari Apa? Ini Dua Momen Penting Nasional dan Sejarahnya
Tanggal 5 Februari 2026 jatuh pada hari Kamis. Selain menjadi momentum bersejarah bagi kalangan mahasiswa Islam, tanggal ini juga diperingati sebagai hari penting dalam perjalanan sejarah pergerakan nasional Indonesia.
Setidaknya terdapat dua peringatan utama pada 5 Februari, yakni Hari Ulang Tahun (HUT) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta Hari Peristiwa Pemberontakan Kapal Tujuh Provinsi.
Kedua peristiwa tersebut lahir dari konteks sejarah yang berbeda, namun sama-sama merepresentasikan semangat perlawanan, kesadaran kolektif, dan upaya memperjuangkan keadilan di tengah situasi yang penuh keterbatasan.
Bagaimana sejarah berdirinya HMI pada 5 Februari?
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berdiri pada tanggal 5 Februari 1947. Tahun 2026 ini menandai peringatan HUT HMI ke-79.
Merujuk pada situs resminya, HMI didirikan pada Rabu, 14 Rabiul Awal 1366 Hijriah, yang bertepatan dengan 5 Februari 1947.
Sejarah mencatat, organisasi ini lahir di salah satu ruangan kuliah Sekolah Tinggi Islam (STI) yang berlokasi di Jalan Setiodiningratan, yang kini dikenal sebagai kawasan Panembahan Senopati, Yogyakarta.
Inisiatif pendirian HMI digagas oleh Lafran Pane, seorang mahasiswa STI, yang secara mendadak mengundang rekan-rekannya untuk mengadakan pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Lafran Pane menegaskan pembentukan sebuah organisasi mahasiswa Islam.
Ia mendirikan HMI bersama 14 mahasiswa STI lainnya tanpa campur tangan pihak luar. Pada awal pembentukannya, HMI memiliki tujuan utama mempertahankan dan meninggikan derajat rakyat Indonesia, serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.
Lafran Pane dikenal sebagai pemuda kelahiran Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Ia merupakan putra dari Sutan Pangurabaan Pane, tokoh pergerakan nasional asal Sipirok.
Tujuan awal HMI menekankan pada dua hal utama, yakni perjuangan kebangsaan dan pengembangan ajaran Islam.
Dalam perjalanannya, HMI kemudian berperan aktif dalam dinamika sosial, politik, dan intelektual di Indonesia.
Melalui kaderisasi dan gerakan intelektual, HMI turut melahirkan banyak tokoh yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga masyarakat sipil.
Mengapa 5 Februari juga diperingati sebagai Hari Peristiwa Kapal Tujuh Provinsi?
Selain HUT HMI, tanggal 5 Februari juga diperingati sebagai Hari Peristiwa Pemberontakan Kapal Tujuh Provinsi.
Peristiwa ini terjadi pada 5 Februari 1933 dini hari di pantai lepas Sumatera, ketika Indonesia masih berada di bawah penjajahan pemerintah kolonial Belanda.
Merujuk pada buku Citra dan Perjuangan Kemerdekaan (1984), pemberontakan ini dipicu oleh kebijakan penurunan upah awak kapal hingga 17 persen.
Kebijakan tersebut semakin memperlebar kesenjangan antara gaji pegawai Belanda dan awak kapal pribumi, sehingga memicu kekecewaan dan perlawanan.
Pemberontakan terjadi di atas kapal perang Belanda bernama De Zeven Provincien yang tengah berlayar menuju Surabaya. Para awak kapal pribumi kemudian mengambil alih kendali kapal sebelum memasuki Selat Malaka.
Sekelompok awak kapal pribumi dari Manado dan Ambon bersama Paradja dan Kawilarang, yang merupakan kelasi kelas satu, tampil sebagai pemimpin pemberontakan. Aksi ini segera mendapat respons keras dari pemerintah kolonial Belanda.
Kapal De Zeven Provincien kemudian dikepung oleh sejumlah pesawat tempur dan kapal selam milik Belanda.
Setelah peringatan tidak diindahkan, salah satu pesawat menjatuhkan bom yang tepat mengenai kapal yang saat itu dikendalikan oleh Kawilarang. Serangan tersebut menimbulkan banyak korban jiwa.
Dengan demikian, tanggal 5 Februari tidak hanya menjadi hari peringatan organisasi kemahasiswaan, tetapi juga momentum refleksi atas perjuangan panjang rakyat Indonesia dalam menegakkan keadilan dan martabat bangsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang