Lansia Terlantar dan Difabel Akan Diberi MBG dari Kemensos, Sehari Dua Kali

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul

 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tidak hanya menyasar para siswa. Terbaru melalui Kementerian Sosial (Kemensos) program ini akan diberikan kepada penyandang disabilitas dan lansia.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkapkan, program lanjutan ini rencananya akan menyasar lansia yang berusia di atas 75 tahun.

"Kita sesuaikan dengan program Bapak Presiden menjadi makan bergizi khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas. Menyasar 100 ribu lansia, lansia terlantar maksudnya ya. Lansia dengan usia di atas 75 tahun," katanya, dikutip Senin 17 November 2025.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf alias Gus Ipul

Gus Ipul menjelaskan, pada pelaksanaannya MBG ini akan diberikan dua kali yakni pagi dan siang serta dilayani langsung oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) setempat.

"Nanti diantar sehari sekali di pagi hari. Tanpa mengenal hari libur, Sabtu maupun Minggu," jelasnya.

Di sisi lain, Gus Ipul mengungkapkan, program ini rencananya akan dilaksanakan pada tahun depan.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan, rencana pemberian Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk lansia terlantar dan penyandang disabilitas tidak menggunakan anggaran dai Badan Gizi Nasional (BGN).

"Enggak (dari BGN), dari Kementerian Sosial. Khusus dari Kementerian Sosial sebagai tindak lanjut dari program kita sebelumnya," katanya.

Meski demikian Gus Ipul mengaku bahwa makanan yang diberikan dalam program ini akan sesuai standar dari MBG.

Di sisi lain, ia mengungkapkan, setiap porsi yang diberikan seharga Rp 15 ribu. Sementara dalam sehari para lansia terlantar dan penyandang disabilitas diberikan dua kali.

"Ini per menu Rp15.000. Per menu Rp15.000, dua kali berarti Rp30.000, yang melayani adalah pokmas, yang mengantar itu memang petugas khusus," ungkapnya.

Sebelumnya, Gus Ipul mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar program makan bergizi gratis (MBG) juga diberikan kepada masyarakat lanjut usia (lansia) dan kelompok difabel pada 2026.

Usulan itu disampaikan Gus Ipul saat rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa 4 November 2025.

"Kami juga tadi mengusulkan kepada Bapak Presiden untuk memberikan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas (difabel, red.). Kami dalami lagi, nanti kami melaporkan pada kesempatan lain," kata Gus Ipul.

Dia menambahkan, jika usulannya disetujui presiden, itu tidak berarti nama-nama mereka dihapus dalam daftar penerima bantuan sosial (bansos) yang juga disalurkan oleh pemerintah.

"Ndak. Jadi maksudnya begini, bansos itu bagian dari perlindungan dan jaminan sosial. Itu memang diberikan kepada yang membutuhkan, karena mereka harus mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasarnya, termasuk di dalamnya jaminan kesehatan," kata Gus Ipul.

tvOnenews/Aldi Herlanda