Thailand Masters 2026 Panas Sejak Hari Pertama, Dua Ganda Putri Indonesia Lolos, Derbi Merah Putih di 16 Besar

Apriyani Rahayu di Thailand Masters 2026
Apriyani Rahayu di Thailand Masters 2026

Sektor ganda putri Indonesia memulai Thailand Masters 2026 dengan hasil cukup positif. Dari tiga pasangan yang tampil di babak 32 besar, dua di antaranya berhasil mengamankan tiket ke 16 besar, sementara satu wakil harus terhenti lebih awal.

Menariknya, kemenangan dua pasangan tersebut justru memunculkan duel sesama pemain pelatnas di babak berikutnya. Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari dipastikan bentrok dengan Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari dalam laga derbi Merah Putih.

Febriana dan Meilysa yang turun sebagai unggulan kelima tampil dominan saat menghadapi pasangan India, Ashwini Bhat K. dan Shikha Gautam. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21 14 dan 21 12.

Sejak awal gim pertama, pasangan Indonesia mampu mengontrol permainan lewat tekanan di depan net dan serangan cepat. Lawan kerap dipaksa bertahan hingga melakukan kesalahan sendiri.

“Alhamdulillah pertandingan hari ini berjalan dengan baik tanpa cedera. Kami akan mempersiapkan untuk pertandingan besok baik secara mental, fokus dan recovery,” kata Meilysa Trias Puspitasari dalam keterangan yang dikutip PBSI.

Sementara itu, Febriana menilai laga pembuka lebih dimanfaatkan untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan. Ia menyebut mereka sebenarnya sudah melakukan persiapan sejak awal turnamen, namun pada hari pertama masih perlu membaca situasi dan karakter arena pertandingan.

Pada babak 16 besar, Febriana dan Meilysa akan menghadapi rekan satu pelatnas, Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari. Karena sudah sering berlatih bersama, Febriana menilai kedua pasangan sama-sama memahami kekuatan dan pola permainan masing-masing. Meski begitu, mereka bertekad tampil maksimal dan all out demi mengamankan tiket perempat final.

Lanny mengatakan persiapan lewat analisis video membantu membaca pola permainan lawan.

“Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Untuk permainan karena sebelumnya kami sudah menonton video main lawan dan mereka bermain panjang-panjang jadi kami sudah menyiapkan antisipasinya,” tambah Lanny.

Lanny menambahkan, persiapan yang matang membuat permainan mereka lebih terkontrol. Ia juga merasakan kekompakan dan chemistry dengan Apriyani kini jauh lebih solid dibanding turnamen sebelumnya, sehingga komunikasi di lapangan terasa lebih nyambung dan minim miskom.

Apriyani menambahkan faktor teknis bukan kendala utama, hanya perlu penyesuaian dengan kondisi lapangan.

“Secara teknis tidak ada kendala, hanya saja tadi kami mencoba angin dan shuttlecock yang selalu berbeda di setiap pertandingan. Lawan mainnya panjang-panjang dan kami tahu keunggulan mereka salah satunya memiliki defence bagus, jadi kami coba untuk melakukan variasi dalam penempatan-penempatan bola,” tutur Apriyani.

Adapun satu wakil lainnya, Isyana Syahira Meida dan Rinjani Kwinnara Nastine, belum mampu mengikuti jejak rekan-rekannya. Mereka kalah dari pasangan Korea, Kim Yu Jung dan Lee Yu Lim, dengan skor 11 21 dan 17 21.

Isyana mengakui mereka kesulitan mengantisipasi kondisi lapangan yang berangin. Pada awal gim permainan sebenarnya berjalan ketat, namun perubahan arah angin membuat mereka kurang sigap. Situasi itu memicu kepanikan hingga berujung banyak kesalahan sendiri.

Ia menegaskan hasil ini menjadi bahan evaluasi penting. Menurutnya, mereka harus lebih cepat beradaptasi dengan kondisi pertandingan dan mampu mencari solusi ketika permainan tidak berjalan sesuai rencana.

Rinjani menambahkan, lawan tampil lebih ulet dan konsisten dalam reli-reli panjang. Ia menilai pasangan Korea tersebut jarang memberi celah, sementara mereka justru terlalu sering membuka bola sehingga terus berada dalam tekanan. Secara pola, mereka sempat mengira permainan akan berjalan satu ritme, tetapi lawan mampu mengubah pendekatan menjadi permainan satu lawan satu, membuat mereka kurang siap dan akhirnya banyak kehilangan poin akibat kesalahan sendiri.

Dengan hasil ini, Indonesia memastikan minimal satu tempat di perempat final dari sektor ganda putri. Namun sebelum itu, publik akan lebih dulu disuguhkan duel panas sesama pasangan pelatnas di babak 16 besar, laga yang diprediksi berlangsung ketat karena kedua kubu sudah sangat memahami karakter permainan masing-masing.