4 Januari Diperingati Hari Apa? Ini Dua Peringatan dan Latar Belakangnya

peringatan penting, Hari Braille Sedunia, Hari Hipnotis Sedunia, 4 Januari Diperingati Hari Apa? Ini Dua Peringatan dan Latar Belakangnya

Pertanyaan tentang tanggal 4 Januari diperingati hari apa mungkin pernah terlintas di benak masyarakat.

Pasalnya, setiap tanggal memiliki peringatan dan makna tersendiri bagi yang mengetahui serta merakayannya, tak terkecuali 4 Januari.

Meski bukan termasuk hari libur nasional, tanggal ini memiliki sejumlah peringatan penting yang diakui secara internasional dan berkaitan dengan bidang pendidikan serta kesehatan mental.

Setidaknya, ada dua peringatan dunia yang jatuh setiap 4 Januari, yakni Hari Braille Sedunia dan Hari Hipnotis Sedunia. Berikut penjelasannya.

1. Hari Braille Sedunia

Setiap 4 Januari diperingati Hari Braille Sedunia. Peringatan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya akses literasi bagi penyandang tunanetra.

Braille merupakan sistem tulisan berbasis titik-titik timbul yang dapat dibaca dengan sentuhan jari. Sistem ini memungkinkan penyandang disabilitas netra untuk membaca, menulis, dan mengakses informasi secara mandiri.

Dikutip dari National Today, nama braille diambil dari Louis Braille, seorang warga Prancis yang kehilangan penglihatannya sejak usia dini.

Pada usia sekitar 10 tahun, Louis Braille menempuh pendidikan di Royal Institute for Blind Youth di Prancis. Di sanalah ia mengembangkan dan menyempurnakan sistem titik timbul yang kemudian dikenal luas sebagai huruf Braille.

Sistem Braille dirancang agar ujung jari dapat merasakan satu sel huruf dalam satu sentuhan, sehingga proses membaca bisa dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan Hari Braille Sedunia pada November 2018. Tanggal 4 Januari dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Louis Braille.

2. Hari Hipnotis Sedunia

Selain Hari Braille Sedunia, 4 Januari juga diperingati sebagai Hari Hipnotis Sedunia. Peringatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih tepat mengenai hipnotis kepada masyarakat.

Hipnotis dikenal sebagai teknik terapi yang membantu seseorang berada dalam kondisi rileks dan fokus, sehingga dapat digunakan untuk keperluan psikologis, seperti terapi kecemasan, stres, atau kebiasaan tertentu.

Namun, dalam perkembangannya, praktik hipnotis kerap disalahartikan dan bahkan dikaitkan dengan tindak kejahatan.

Praktik hipnotis diyakini telah ada sejak sekitar tahun 1770. Salah satu tokoh awal yang memperkenalkannya adalah Franz Mesmer, seorang dokter asal Jerman. Ia menggunakan metode hipnotis sebagai terapi bagi pasien-pasiennya di Wina dan Paris.

Peringatan Hari Hipnotis Sedunia digelar untuk meluruskan persepsi publik, sekaligus menegaskan bahwa hipnosis yang dilakukan secara profesional memiliki manfaat di bidang kesehatan mental.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang