Banjir di Aceh Barat Sebabkan Kerusakan Senilai Rp 200 Miliar

Kabupaten Aceh Barat, banjir dan tanah longsor, banjir bandang, kerusakan infrastruktur, banjir bandang Aceh, Banjir di Aceh Barat Sebabkan Kerusakan Senilai Rp 200 Miliar

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Barat mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas vital, dengan perkiraan kerugian lebih dari Rp 200 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Aceh Barat, Kurdi, menjelaskan bahwa kerusakan paling parah terjadi pada infrastruktur penting seperti jembatan, badan jalan, dan akses menuju permukiman warga yang masih terisolasi.

"Kerusakan paling parah terjadi pada infrastruktur vital seperti jembatan, badan jalan, dan akses menuju permukiman warga yang hingga kini masih terisolasi," ujar Kurdi, di Aceh Barat, seperti dikutip Antara, Senin (1/12/2025).

Sejumlah wilayah disebutkan masih terisolasi hingga saat ini, seperti di Kecamatan Pante Ceureumen, Woyla Timur, Woyla Barat, Woyla, dan Arongan Lambalek.

Satu unit jembatan gantung di Desa Jambak, Kecamatan Arongan Lambalek, Kabupaten Aceh Barat putus, sehingga menyebabkan akses warga tertutup total.

Hal yang sama terjadi di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang juga hingga kini masih sepenuhnya terisolasi.

Namun, di Desa Lawet, Kecamatan Pante Ceureumen, yang sebelumnya terisolasi, kini sudah dapat dijangkau meskipun distribusi bantuan masih terhambat akibat medan yang licin dan berlumpur.

Bencana banjir dan tanah longsor juga menyebabkan kerusakan rumah. Sebanyak empat unit rumah dilaporkan hanyut, sementara tiga unit lainnya rusak berat.

Kondisi terburuk terjadi di Keutambang, Kecamatan Pante Ceureumen, di mana tujuh unit rumah dan kantor desa rusak parah.

“Jalan menuju desa ini juga putus total, membuat proses evakuasi belum dapat dilakukan secara maksimal. Lokasi ini masih terisolasi. Tim sedang mencari jalur alternatif,” tambah Kurdi.

Kerusakan lebih lanjut tercatat di sejumlah titik di Kecamatan Pante Ceureumen, seperti Pulo Teungoh, di mana badan jalan terputus sepanjang 50 meter.

Selain itu, jembatan gantung yang menghubungkan desa di Kecamatan Pante Ceureumen juga mengalami kerusakan berat, termasuk jembatan yang menghubungkan Ketambang dan Canggai, yang putus total.

Sementara itu, di Sungai Mas, jembatan Tungkop juga terputus, dan Jalan Gaseu-Siput sepanjang 38 meter rusak parah.

Hal itu menghambat suplai logistik dan pergerakan tim gabungan untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Akses terputus di Aceh Barat

Kurdi menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah, BPBD, TNI/Polri, relawan, serta perangkat desa terus bekerja tanpa henti untuk membuka akses yang terputus, mengevakuasi warga, dan mempercepat distribusi bantuan.

“Fokus utama saat ini adalah menyelamatkan warga, membuka akses yang terputus, dan mempercepat penyaluran bantuan,” ujar Kurdi.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, sekitar 30.884 jiwa atau 9.477 Kepala Keluarga (KK) tersebar di 121 desa di 10 kecamatan terdampak bencana banjir yang terjadi sejak Rabu (26/11/2025).

“Bencana ini menyebabkan lokasi terdampak masih dipenuhi lumpur,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah di Meulaboh, Senin (1/12/2025).

Meskipun sebagian besar air mulai surut di beberapa wilayah Aceh Barat, Teuku Ronal menyebutkan bahwa akses jalan ke sejumlah desa masih terputus.

“Beberapa lokasi jalan masih tertutupi lumpur dan material kayu, sehingga masih sulit untuk dilalui,” katanya.

Masyarakat yang terdampak bencana di Aceh Barat, meliputi sebanyak 4.315 jiwa atau 1.179 KK di Kecamatan Johan Pahlawan, 3.614 jiwa atau 1.097 KK di Kecamatan Meureubo.

Sebanyak 2.363 jiwa atau 453 KK terdampak di Kecamatan Sungai Mas, sedangkan 4.649 jiwa atau 1.601 KK di Kecamatan Arongan Lambalek.

Di Kecamatan Woyla Timur tercatat 1.788 jiwa atau 542 KK, dan di Kecamatan Woyla Barat sebanyak 4.241 jiwa atau 1.542 KK.

Selain itu, Kecamatan Samatiga juga terdampak dengan 20 jiwa atau 5 KK, dan Kecamatan Woyla mencatat 1.540 jiwa atau 550 KK.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang