Mengenal Kekayaan Kuliner Aceh, Surga Rempah dari Ujung Barat Nusantara

Nanggroe Aceh Darussalam sejak lama dikenal sebagai tanah para pedagang rempah. Kelezatan kulinernya bukan hanya soal rasa, tetapi juga sejarah panjang percampuran budaya.
Aceh, provinsi yang berada di ujung barat Indonesia, menyimpan kekayaan kuliner yang unik dan sulit ditemukan di daerah lain.
Dalam buku “Masakan Aceh” karya Tim Dapur Demedia, disebutkan bahwa karakter masakan Aceh dibentuk oleh berbagai pengaruh luar, mulai dari India, Arab, Siam (Thailand), hingga Belanda. Perpaduan inilah yang membuat makanan Aceh terasa kaya, kompleks, dan beraroma kuat.
Surga Rempah Sejak Masa Kolonial
Sejak zaman pendudukan Belanda, Aceh sudah dikenal sebagai salah satu pusat penghasil rempah-rempah terbaik di Nusantara. Tak heran jika hampir semua masakan Aceh menggunakan bumbu rempah dalam jumlah melimpah, baik untuk gulai, kari, hingga masakan berbahan daging dan ikan.
Rempah-rempah seperti kayu manis, pala, bunga lawang, adas, dan jintan menjadi elemen penting yang membentuk identitas rasa masakan Aceh.
Kelezatan gulai Aceh bahkan disebut sulit dilupakan oleh banyak pelancong yang pernah mencicipinya.
Bumbu Khas Aceh, Asam Sunti hingga Poyak
Ilustrasi rempah-rempah
Selain rempah-rempah, masakan Aceh juga menggunakan sejumlah bumbu non-rempah yang jarang ditemukan di daerah lain. Beberapa di antaranya menjadi bahan wajib di dapur masyarakat Aceh.1. Asam Sunti
Asam sunti dibuat dari belimbing sayur (wuluh) yang dikeringkan hingga berubah warna menjadi cokelat kehitaman. Bumbu ini memberikan rasa asam segar sekaligus aroma khas yang membuat masakan Aceh berbeda dari wilayah lain.
2. Daun Temurui
Sering disebut daun kari atau salam koja, temurui memberikan aroma tajam dengan sentuhan pedas dan segar. Daun ini menjadi salah satu ciri khas masakan gulai dan kari Aceh.
3. Poyak atau U Lhe
Poyak terbuat dari kelapa parut yang disangrai hingga cokelat, lalu ditumbuk sampai berminyak. Bumbu ini memberikan rasa gurih mendalam, terutama untuk masakan daging. Banyak orang menyebut poyak sebagai “rahasia dapur” masakan Aceh.
Mengenal Bahan Dapur Aceh Lebih Dekat
Berikut sejumlah bahan penting dalam kuliner Aceh yang tak hanya menambah cita rasa, tetapi juga menunjukkan kekayaan budaya masak masyarakat setempat:
- Daun Beluntas
Daun berwarna hijau muda dengan aroma langu ini kerap dijadikan lalapan atau bahan urap. Meski sedikit getir, beluntas dikenal kaya manfaat kesehatan.
- Kayu Manis (Cinnamon)
Digunakan dalam masakan gulai, kue kering, puding, hingga minuman. Aromanya harum manis, dapat dipakai dalam bentuk utuh atau bubuk.
- Bunga Lawang (Star Anise)
Berbentuk bintang dengan aroma khas yang kuat, bunga lawang selalu dimasukkan utuh dalam masakan.
- Jintan (Cumin) dan Adas (Fennel)
Dua rempah serupa berbentuk biji kecil. Jintan berwarna cokelat, sedangkan adas lebih pucat dan harum lembut. Keduanya biasanya dihaluskan bersama bumbu lainnya.
- Pala (Nutmeg)
Aromanya lembut dan harum. Baik biji maupun bunganya (fuli) digunakan dalam masakan. Biji pala dapat dimasukkan utuh atau ditumbuk.
- Belimbing Sayur/Wuluh
Ukuran kecil dengan rasa asam menyegarkan. Sering dipakai untuk mengurangi aroma amis ikan laut.
- Daun Pegagan
Daun berbentuk lingkaran tidak sempurna, sering dijadikan lalapan atau campuran urap. Rasanya ringan dengan sedikit manis.
- Jantung Pisang
Digunakan terutama dari jenis pisang batu. Bagian putih di dalamnya dipotong, dibersihkan dari getah, lalu diolah menjadi sayur atau gulai.
Dengan perpaduan rempah, bumbu khas, dan bahan segar dari alam, masakan Aceh menjadi salah satu warisan kuliner Nusantara yang patut dijaga.
Dari kuah beulangong hingga kari Aceh, setiap hidangan bukan hanya makanan, tetapi juga jejak sejarah peradaban yang pernah singgah di Tanah Rencong.
Warisan inilah yang terus membuat Aceh menjadi destinasi kuliner yang memikat, bukan hanya bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga bagi para pencinta makanan dari berbagai negara.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang