Gaji Tak Cukup, Guru Disabilitas di Surabaya Jualan Es Keliling demi Penghasilan Tambahan

gaji guru, Hari Guru Nasional, guru honorer, Hari Guru, guru disabilitas, Gaji Tak Cukup, Guru Disabilitas di Surabaya Jualan Es Keliling demi Penghasilan Tambahan

M Ali Muhaidhori sudah mengabdikan diri selama lebih dari satu dekade sebagai guru di SMALB-A Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Gebang Putih, Surabaya.

Sejak 2012, ia mengajar siswa-siswa tunanetra dengan penuh dedikasi, meski kesejahteraannya jauh dari cukup.

Ali bercerita bahwa keputusannya menjadi guru berawal dari sebuah nasihat yang ia dapat semasa bersekolah di SMK, Jember.

“Saya latar belakangnya otomotif waktu SMK. Lalu datang ke seorang guru, dikasih wawasan kalau guru ikhlas nanti di akhirat ada hadiahnya,” ujarnya di Gedung Wanita Candra Kencana, Surabaya, Selasa (25/11/2025).

Terinspirasi oleh nasihat tersebut, Ali melanjutkan kuliah dan memilih Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), hingga akhirnya benar-benar terjun menjadi guru bagi siswa disabilitas.

Gaji Tak Cukup, Ali Harus Berjualan Es demi Bertahan Hidup

Meski sudah mengajar 13 tahun sebagai guru TIK, Ali mengaku kesejahteraannya masih jauh dari layak.

Kondisi keuangan yayasan membuatnya tak bisa bergantung sepenuhnya pada gaji guru.

Ia pun harus bekerja sampingan dengan berjualan es krim keliling.

“Kan tidak semua yayasan itu kuat secara finansial. Saya yakin teman-teman guru paham tidak semua guru gajinya besar, jadi harus punya usaha lain, usaha sampingan,” tuturnya.

Menurut Ali, pemerintah belum sepenuhnya hadir untuk melindungi kesejahteraan guru swasta, terutama yang mengajar di sekolah khusus.

Ia berharap pemerintah memberikan perlindungan lewat jaminan ketenagakerjaan.

“Mudah-mudahan guru yang terdata kementerian nantinya bisa diperhatikan. Kalau ada program dari pusat bahwa setiap guru memperoleh BPJS Ketenagakerjaan, menurut saya itu aksi nyata,” katanya.

Bagi Ali, jaminan sosial akan menjadi pegangan penting bila terjadi sakit atau hal-hal tak terduga.

“Setidaknya bisa dapat Kartu Sehat atau BPJS Ketenagakerjaan, sudah gaji enggak seberapa kalau sakit bingung kan kasihan. Kita punya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia kok,” ucapnya.

gaji guru, Hari Guru Nasional, guru honorer, Hari Guru, guru disabilitas, Gaji Tak Cukup, Guru Disabilitas di Surabaya Jualan Es Keliling demi Penghasilan Tambahan

Makna dan filosofi logo Hari Guru Nasional 2025.

Pemkot Surabaya Tekankan Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menegaskan bahwa semua pekerja harus didaftarkan dalam program jaminan sosial sesuai ketentuan undang-undang.

Ia menyebut kewajiban tersebut tercantum dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS serta UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Jadi penerima upah seperti pekerja yang bekerja di mal, toko, atau perusahaan-perusahaan lainnya, itu wajib (mendaftarkan) BPJS Kesehatan untuk keluarganya,” ujar Hebi.

Sementara itu, pekerja wajib memiliki BPJS Ketenagakerjaan agar mendapatkan perlindungan bila terjadi risiko kecelakaan atau kehilangan kemampuan bekerja.

“Sedangkan BPJS Ketenagakerjaan untuk personalnya, karena kalau terjadi kecelakaan kerja kemudian meninggal atau cacat dan tidak bisa bekerja, itu bisa dicover BPJS,” jelasnya.

Hebi memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Disnakertrans Jatim agar pengawasan ketenagakerjaan dapat berjalan tegas.

“Akan saya lakukan dalam waktu dekat. Karena ternyata banyak laporannya, nah kalau ini terjadi sesuatu, terutama terjadi pada warga Surabaya, itu akan menimbulkan kemiskinan baru,” katanya.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan Turun, Banyak Pekerja Belum Terlindungi

Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan per April 2025, jumlah peserta aktif tercatat 39,7 juta orang, turun dari 40,2 juta pada Maret 2025 dan 45,22 juta pada Desember 2024.

Angka tersebut menunjukkan masih banyak pekerja, termasuk guru swasta seperti Ali, yang belum tersentuh jaminan sosial ketenagakerjaan.

Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul .

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang