Kepolisian Resmi Hentikan Operasi Ketupat 2026
Operasi Ketupat 2026 yang selama ini mengawal para pemudik resmi dihentikan. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Jumat (13/3) sampai Rabu (25/3) dan melibatkan ribuan petugas.
Keputusan diambil langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.
“Malam ini (Rabu (25/3)) pukul 24.00 WIB, mendasari TR Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Operasi Ketupat sudah ditutup,” tegas Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri.
Jenderal polisi bintang dua itu juga mengatakan bahwa selama Operasi Ketupat 2026 telah mencatat beberapa poin penting. Salah satunya adalah volume kendaraan pada puncak arus mudik yang tercatat tertinggi sepanjang sejarah yaitu sebanyak 270.315 unit.

“Bila dibandingkan tahun lalu 2025, ada peningkatan 4,62 persen. Tahun lalu 258.512 kendaraan,” ujarnya.
Meski terdapat peningkatan jumlah kendaraan, arus lalu lintas diklaim berjalan terkendali berkat pemberlakuan rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah sistem satu arah atau one way nasional pada puncak arus mudik dan puncak arus balik.
“Strategi manajemen rekayasa lalu lintas, baik parameter-parameter untuk melakukan one way nasional bahkan lokal. Karena ini bisa memecah arus sehingga bisa dikelola dengan baik,” katanya.
Tak hanya itu, dirinya juga mengungkap bahwa selama Operasi Ketupat jumlah kecelakaan menurun 5,75 persen dibandingkan tahun 2025. Hal ini pun berdampak positif terhadap tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas yang turun sebesar 30,89 persen.
Meski Operasi Ketupat 2026 berakhir, pengamanan arus balik tetap dilakukan. Kepolisian bakal mengawal dengan melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Terlebih diprediksi masih ada puncak arus balik kedua yang berlangsung pada 28-29 Maret 2026. Beberapa rekayasa lalu lintas tetap akan dilakukan bila memang terjadi kepadatan terutama dari arah timur menuju barat.
Untuk memecah kepadatan, Jasa Marga akan memberikan diskon tarif tol mulai dari Kamis (26/03) hingga Jumat (27/03). Dengan demikian diharapkan masyarakat tertarik buat kembali lebih awal guna menghindari kepadatan.