Polisi Gerebek Eks Lokalisasi Dolly, Wali Kota Surabaya: Yang Ditindak Itu Kos-Kosan

Surabaya, Dolly, lokalisasi Dolly, lokalisasi dolly, prostitusi surabaya, prostitusi dolly, Polisi Gerebek Eks Lokalisasi Dolly, Wali Kota Surabaya: Yang Ditindak Itu Kos-Kosan

Aparat kepolisian kembali melakukan razia di kawasan eks Lokalisasi Dolly, Sawahan, Surabaya, menyusul laporan warga terkait dugaan praktik prostitusi yang kembali marak.

Penggerebekan dilakukan pada Sabtu (15/11/2025) dini hari dan berujung pada diamankannya empat orang dari sebuah kos-kosan di Jalan Putat Jaya Timur.

Aksi polisi itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, petugas memeriksa satu kamar kos yang diduga menjadi lokasi transaksi prostitusi. Saat pintu dibuka, polisi menemukan seorang perempuan yang diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Di gang sempit menuju kamar tersebut, petugas juga terlihat menggeledah saku celana seorang pria. Tak hanya itu, polisi menemukan puluhan foto perempuan dalam sebuah ponsel, yang diduga menjadi daftar PSK yang dikelola mucikari.

Dua PSK dan Dua Mucikari, Salah Satunya Anak di Bawah Umur

Kasatsamapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra membenarkan penggerebekan tersebut. Ia mengatakan, total empat orang yang diamankan terdiri dari dua mucikari dan dua PSK, termasuk satu anak di bawah umur.

“Menindaklanjuti laporan masyarakat bahwa adanya dugaan praktik prostitusi di eks lokalisasi Dolly,” ujar Erika, Senin (17/11/2025).

“Kita amankan empat orang, dua orang mucikari dan dua pekerja seks komersial. Di antara empat orang tersebut, salah satunya anak di bawah umur,” jelasnya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa alat kontrasepsi serta ponsel berisi daftar foto perempuan diduga milik kedua mucikari berinisial HS dan D, warga Surabaya.

Para pelaku dijerat Pasal 46 dan/atau Pasal 37 Perda Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2020, tentang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Penanganannya dilakukan sebagai tindak pidana ringan (tipiring).

Anak di bawah umur yang ikut diamankan langsung diserahkan kepada Satpol PP Kota Surabaya untuk proses asesmen, rehabilitasi, serta perlindungan sosial di Rumah Perubahan Pemkot Surabaya.

Tegaskan Dolly Sudah Bersih, yang Ditindak Itu Kos-Kosan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa penggerebekan tersebut bukan terjadi di kawasan Dolly, melainkan di kos-kosan sekitar Putat Jaya Timur yang kerap dimanfaatkan sebagai tempat praktik prostitusi terselubung.

“(Penindakan) itu bukan di Dolly-nya, tapi nang nggone kos-kosan, bukan di tempat Dolly-nya. Kalau Dolly-nya clear, aman,” kata Eri di Balai Kota Surabaya.

Ia memastikan Pemkot Surabaya berkolaborasi dengan Polrestabes Surabaya untuk terus melakukan patroli, tidak hanya di eks lokalisasi Dolly tetapi juga di titik-titik rawan lainnya seperti eks Lokalisasi Moroseneng.

“(Patroli) kita tetap jalan terus. Kita berkoordinasi dengan Polrestabes, sama seperti di Moroseneng,” ujarnya.

Eri berharap para pelaku mendapatkan sanksi tegas agar praktik prostitusi tidak kembali marak di wilayah tersebut.

AKBP Erika Purwana Putra menegaskan bahwa razia tersebut merupakan upaya menjaga ketertiban umum dan mencegah munculnya kembali aktivitas prostitusi di kawasan yang dulu dikenal sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara.

“Para pelanggar dibawa ke Mako Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penindakan ini dilakukan untuk memastikan kawasan Putat Jaya Timur tidak menjadi titik baru praktik prostitusi terselubung setelah Dolly resmi ditutup.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Judul dan SuryaMalang.com dengan judul Lho Ternyata Lokalisasi Dolly Surabaya Masih Buka, PSK di Bawah Umur Diamankan saat Penggerebekan

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.