Rekam Jejak Ahrie Sonta, Eks Ajudan Prabowo yang Kini Sandang Jenderal Bintang Satu

Profil Brigjen Ahrie Sonta, Lulusan Akpol 2002, Berpengalaman di Operasi-Operasi Strategis, Terlibat dalam Penangkapan Djoko Tjandra, Dekat dengan Kapolri, Lalu Jadi Ajudan Presiden, Raih Gelar Doktor dan Tempuh Pendidikan di Luar Negeri, Kini Menjabat di Divpropam Polri
Profil Brigjen Ahrie Sonta

  Ahrie Sonta, mantan ajudan Presiden Prabowo Subianto, resmi naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) dalam upacara kenaikan pangkat ke dan dalam golongan perwira tinggi (pati) Polri yang digelar di Rupattama Mabes Polri, Senin malam, 6 Oktober 2025.

Kenaikan pangkat itu menjadikan Ahrie sebagai salah satu dari 27 pati Polri yang mendapatkan promosi. Dari jumlah tersebut, empat perwira naik menjadi Komisaris Jenderal (Komjen), delapan menjadi Inspektur Jenderal (Irjen), dan 15 lainnya, termasuk Ahrie, menyandang pangkat Brigjen.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho menyebut, kenaikan pangkat ini merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan integritas para perwira tinggi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kenaikan pangkat ini bukan sekadar simbol kehormatan, tapi juga amanah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sandi dalam keterangannya.

Lulusan Akpol 2002, Berpengalaman di Operasi-Operasi Strategis

Ahrie Sonta lahir di Bandung, 2 April 1981, dan merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2002. Sejak awal kariernya, Ahrie dikenal sebagai sosok yang tangguh dan berintegritas tinggi, terutama di bidang reserse dan operasi khusus.

Ia pernah bertugas di sejumlah wilayah strategis, mulai dari Polda Jawa Timur, Polda Metro Jaya, hingga Mabes Polri. Selain itu, Ahrie juga pernah terlibat dalam Operasi Keamanan di Sulawesi Tengah dan Papua, termasuk menjadi bagian dari Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Operasi Nemangkawi yang berfokus menumpas kelompok kriminal bersenjata di Papua.

Salah satu prestasi besarnya tercatat pada 2018, saat menjabat Kepala Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Dalam waktu dua bulan, ia berhasil mengungkap lebih dari 100 kilogram narkotika dan membongkar sindikat besar asal Taiwan di Perairan Tanjung Berakit, Pulau Bintan, dengan barang bukti mencapai 1,6 ton sabu.

Terlibat dalam Penangkapan Djoko Tjandra

Nama Ahrie Sonta kembali mencuat pada Juli 2020, ketika ia ikut dalam tim yang menangkap buron kelas kakap Djoko Tjandra di Malaysia. Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (Cessie) Bank Bali itu berhasil dibekuk setelah 11 tahun melarikan diri.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam sejarah pemberantasan korupsi oleh Polri.

Dekat dengan Kapolri, Lalu Jadi Ajudan Presiden

Rekam jejaknya yang cemerlang membuat Ahrie kerap dipercaya mengemban posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, hingga akhirnya dipercaya menjadi Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri sejak 2021.

Kedekatannya dengan pimpinan Polri inilah yang kemudian membawanya dipercaya untuk menjadi Ajudan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024. Selama menjabat ajudan, Ahrie dikenal disiplin, profesional, dan berpenampilan tegas dalam setiap kegiatan kenegaraan Presiden.

Raih Gelar Doktor dan Tempuh Pendidikan di Luar Negeri

Tak hanya berprestasi di lapangan, Brigjen Ahrie juga dikenal sebagai sosok akademis. Ia menamatkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2008, kemudian melanjutkan ke Sespimen Polri pada 2018. Pada tahun yang sama, ia meraih gelar Doktor Ilmu Kepolisian.

Ahrie juga memperluas wawasan internasional dengan mengikuti berbagai pendidikan kejuruan di luar negeri, antara lain di Politie Academy Apeldoorn (Belanda), Crime Scene Analysis by Visual Comparison di Münster (Jerman), serta di Joint Special Operation University, US Command Center, Tampa (Florida, AS).

Kini Menjabat di Divpropam Polri

Usai menjalankan tugas sebagai ajudan Presiden, Brigjen Ahrie kini dipercaya menduduki jabatan sebagai Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II Divpropam Polri.

Jabatan ini mengembalikan dirinya ke institusi Polri, dengan peran penting dalam menjaga integritas internal dan pengawasan etik anggota kepolisian.

Riwayat Pendidikan

  • Lulusan: Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 2002
  • Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), 2008
  • Dikjur Pamen SDM Polri, 2015
  • Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimen) Polri, 2018
  • Doktor Ilmu Kepolisian, 2018

Riwayat Karier

  • Kepala Unit II Subdit II Ditresnarkoba Polda Metro Jaya (2018)
  • Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok
  • Sekretaris Pribadi (Sekpri) Kapolri (2021)
  • Kepala Tim Monitoring Bagmon Robinopsnal Bareskrim Polri (2021)
  • Ajudan Presiden Prabowo Subianto (Oktober 2024)
  • Penyelidik Pengamanan Internal Utama Tingkat II Divpropam Polri (2025)