Harga Bitcoin Berpotensi Tembus Rp16 Miliar, Ini 3 Faktor Utamanya
Bitcoin bangkit perlahan melampaui level US$106.000 setelah terjun bebas menyentuh area di bawah US$100.000 pada Rabu, 5 November 2025. Meski di tengah gejolak pasar aset kripto, CEO ARK Invest, Cathie Wood, optimis aset digital paling berharga ini berpotensi tembus US$1 juta atau Rp 16,6 miliar (estimasi kurs Rp 16.690 per dolar AS).
Dikutip dari Yahoo Finance pada Senin, 10 November 2025, Wood mengatakan, keyakinan harga Bitcoin mampu mencapai target tersebut seiring pertumbuhan stablecoin yang berkelanjutan. Baru-baru ini, total nilai pasar stablecoin mencapai $300 miliar.
Penguatan stablecoin mengindikasikan momen penting bagi pasar kripto sekaligus mencerminkan kepercayaan investor terhadap aset digital. Di satu sisi adanya potensi fluktuasi jangka pendek jangka pendek, kata Wood.
Saat harga Bitcoin sempat mengalami tekanan dan bahkan turun di bawah US$100.000 untuk pertama kalinya sejak Juni 2022, Wood menilai penurunan tersebut bersifat jangka pendek. Ia menekankan bahwa lonjakan stablecoin justru memperkuat fondasi pasar kripto dalam jangka panjang.
Bitcoin.
Faktor-faktor tersebut yang meneguhkan prediksi Wood bahwa Bitcoin bisa mencapai US$1 juta. Lebih jauh, Wood menyebut bahwa dua faktor utama yang akan mendorong kenaikan harga Bitcoin, yakni masuknya institusi besar ke pasar kripto dan stabilitas makroekonomi global.
Ia memperkirakan kondisi tersebut akan membaik mulai pertengahan Desember 2025. Kondisi ini seiring pembaruan kebijakan dari Federal Reserve (The Fed) dan rilis laporan ketenagakerjaan terbaru Amerika Serikat (AS).
Wood membandingkan prospek Bitcoin dengan emas, aset tradisional yang selama ini menjadi tolok ukur nilai lindung inflasi. Ia percaya diri Bitcoin memiliki peluang besar untuk merebut sebagian kapitalisasi emas.
Ia menyoroti, saat ini pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian tetapi Wood tetap yakin bahwa tekanan tersebut bersifat sementara. Ia memperkirakan pasar akan kembali stabil dan memasuki fase pertumbuhan baru pada tahun 2026.
Tak hanya itu, Wood juga menyampaikan proyeksi jangka panjang lainnya. Menurutnya, jika kondisi global terus mendukung dan adopsi institusional semakin luas, harga Bitcoin berpotensi mencapai US$650.000 pada tahun 2030, bahkan bisa menembus US$1,5 juta per koin dalam skenario terbaik.