Kronologi Penculikan Selebgram Rusia di Bali, Disiksa dan Diminta Tebusan Rp16 Miliar

penculikan, Bali, Sanur, gangster, selebgram Rusia, WN Rusia, Gangster Rusia di Bali, gangster bali, WN rusia diculik, WN rusia diculik di bali, mr terimakasih, penculikan selebgram Rusia di Bali, Sergei Domogatskii, kasus penculikan WNA di Bali, mafia Rusia di Bali, selebgram asal Rusia, Kronologi Penculikan Selebgram Rusia di Bali,  Disiksa dan Diminta Tebusan Rp16 Miliar, Kronologi Penculikan di Sanur, Dianiaya dan Diancam Tebusan 1 Juta Dolar AS, Ditinggalkan di Dekat Hotel Mewah, Motif Diduga Balas Dendam Gangster Rusia, Polda Bali Telusuri Kasus Penculikan Selebgram Rusia

Seorang selebgram asal Rusia, Sergei Domogatskii, yang dikenal dengan nama akun media sosial Mr Terimakasih, menjadi korban dugaan penculikan dan kekerasan di Bali.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (18/10/2025) sekitar pukul 22.30 Wita di kawasan Pelabuhan Sanur, Denpasar.

Sergei melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali pada Minggu, 19 Oktober 2025. Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/B/732/X/2025/SPKT/Polda Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan laporan dugaan penculikan dan kekerasan terhadap warga negara asing (WNA) tersebut.

“Polda Bali saat ini masih mendalami laporan tersebut,” kata Kombes Pol Ariasandy, Selasa (21/10/2025).

Kronologi Penculikan di Sanur

Dalam laporannya, Sergei Domogatskii menceritakan bahwa insiden bermula ketika ia tengah mengendarai sepeda motor di sekitar Pelabuhan Sanur. Tiba-tiba, sebuah mobil Alphard menghadangnya di tengah jalan.

“Dua orang tak dikenal yang mengenakan seragam dan topeng warna hitam keluar dari mobil dan memaksa pelapor masuk ke dalam mobil,” jelas Kombes Ariasandy.

Korban kemudian dibawa ke sebuah rumah di daerah Bukit, Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Di lokasi itu, Sergei mengaku mengalami tindakan kekerasan dari para pelaku.

“Kurang lebih sekitar tujuh jam mereka pukul saya, setrum pakai listrik, dan juga dibekap pakai plastik hingga saya tidak bisa bernapas,” ujar Sergei saat ditemui di Sanur, Denpasar, Selasa (21/10/2025).

Dianiaya dan Diancam Tebusan 1 Juta Dolar AS

Sergei mengaku, para pelaku yang diduga terdiri dari empat sampai lima orang warga negara Rusia itu memaksanya menyerahkan telepon genggam dan membuka kata sandi ponsel.

Tujuannya, untuk mengakses aset digital miliknya.

Dari hasil penyelidikan sementara, para pelaku berhasil memindahkan uang dari dompet kripto Sergei senilai 4.617 USDT (setara sekitar Rp73 juta, dengan asumsi kurs Rp16.000 per dolar AS).

Namun kekerasan tidak berhenti di situ. Sekitar dua jam kemudian, tiga orang lain yang juga diduga WN Rusia datang ke lokasi dan menuntut tebusan fantastis sebesar 1 juta dolar AS (sekitar Rp16 miliar).

“Mereka berbicara, ‘Kalau kamu tidak serahkan uang 1 juta dolar AS, kamu akan ke penjara atau mati.’ Saya jawab, saya tidak punya uang karena semua sudah digunakan untuk membangun vila di Bali,” tutur Sergei.

Para pelaku juga sempat menaruh barang menyerupai pistol dan bungkusan yang disebut sebagai narkotika di tangan korban, sebagai bentuk ancaman tambahan.

Ditinggalkan di Dekat Hotel Mewah

Setelah Sergei menolak permintaan tebusan, para pelaku membawanya kembali ke dalam mobil.

Ia kemudian dibuang di sebuah lapangan dekat Hotel Apurva Kempinski, Nusa Dua, sekitar pukul 05.00 Wita, Sabtu (18/10/2025).

Sebelum ditinggalkan, telepon genggam milik korban dikembalikan oleh para pelaku. Akibat insiden ini, Sergei mengalami luka di lengan kanan dan kerugian materiil sebesar 4.617 USDT.

Sergei kemudian melapor ke Polda Bali, melampirkan sejumlah bukti fisik dan hasil visum dari RS Bhayangkara Denpasar.

Laporan itu disertai dugaan pelanggaran Pasal 368 KUHP (pemerasan), Pasal 170 KUHP (kekerasan bersama-sama terhadap orang atau barang), dan Pasal 351 KUHP (penganiayaan).

Motif Diduga Balas Dendam Gangster Rusia

Dalam keterangannya, Sergei menduga bahwa penculikan itu dilakukan oleh kelompok gangster asal Rusia yang beroperasi di Bali.

Ia menilai dirinya menjadi target karena pernah membocorkan aktivitas mafia Rusia di Bali melalui media sosial.

“Tiga tahun lalu saya bicara di media sosial tentang mafia atau gangster Rusia di Bali. Saya kasih informasi tentang orang-orang itu dan mereka benci saya. Sekarang mereka mulai perang, baik perang informasi maupun perang fisik,” ujar Sergei.

Polda Bali Telusuri Kasus Penculikan Selebgram Rusia

Kombes Pol Ariasandy mengatakan, kasus ini awalnya diketahui setelah unggahan Sergei di akun Instagram @mr.terimakasih viral di media sosial.

“Menindaklanjuti narasi yang disampaikan akun tersebut, Polda Bali telah melakukan penyelidikan guna memastikan kebenarannya,” ujar Ariasandy.

Ia menambahkan, kepolisian juga telah mengarahkan korban untuk membuat laporan resmi agar kasus bisa ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Polda Bali mengimbau pemilik akun agar melaporkan kasusnya secara resmi ke kepolisian, sehingga dapat ditangani sesuai aturan,” ujarnya.

Hingga saat ini, penyidik Polda Bali masih mendalami dugaan keterlibatan warga negara asing dalam kasus penculikan selebgram Rusia di Bali tersebut. Polisi juga tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan kriminal internasional yang beroperasi di wilayah hukum Bali.

Sebagian Artikel Telah Tayang di Kompas.com dengan Jududan Tribun-Bali.com dengan judul BUNTUT Mr Terimakasih Ngaku Diculik dan Disetrum di Bali, Kripto Rp73 Juta Raib, Polda Buka Suara

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.