Robert Kiyosaki Peringatkan Krisis 2026, Jutaan Orang Akan Bangkrut, Harga Emas dan Bitcoin Melonjak Gila-Gilaan

Robert Kiyosaki.
Robert Kiyosaki.

 Menjelang akhir 2025, penulis Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki kembali mengeluarkan peringatan keras. “Crash terbesar dalam sejarah sedang dimulai,” tulisnya di akun X miliknya. 

Menurutnya, inilah krisis besar yang sudah ia prediksi lebih dari satu dekade. Dan kali ini, ia yakin dampaknya akan sangat luas.

“Pada 2013 saya menerbitkan Rich Dad’s Prophecy yang memprediksi crash terbesar dalam sejarah akan datang. Sayangnya crash itu sudah tiba. Bukan hanya AS. Eropa dan Asia juga jatuh. AI akan menghapus pekerjaan dan ketika pekerjaan hilang, properti perkantoran dan residensial ikut jatuh,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari Yahoo Finance, Senin, 1 Desember 2025.

Peringatan itu terlihat bertolak belakang dengan kondisi pasar saham AS yang masih berada dekat rekor tertinggi. Namun kekhawatiran soal PHK berbasis AI terus muncul, sementara pemberitaan soal gelombang pemutusan kerja masih mendominasi media.

Bitcoin.

Meski begitu, Kiyosaki menilai ada “celah kesempatan” di tengah kepanikan. “Saat jutaan orang akan kehilangan segalanya… jika kamu siap… crash ini akan membuatmu lebih kaya,” tulisnya. 

Lalu, bagaimana cara bersiap menghadapi krisis? Jawabannya tegas, yakni emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum. “Saatnya beli lebih banyak emas, perak, Bitcoin, dan Ethereum,” kata Kiyosaki.

Kiyosaki dikenal sebagai pendukung setia logam mulia. Dalam wawancara tahun 2021, ia pernah mengatakan bahwa ia bukan beli emas karena suka emas. "Saya beli emas karena saya tidak percaya pada The Fed,” ucapnya. 

Menurutnya, emas dan perak adalah aset aman karena tidak bisa dicetak seenaknya oleh bank sentral dan tidak bergantung pada ekonomi satu negara. Kelangkaan itulah yang membuat harganya cenderung naik saat inflasi, ketidakpastian global, atau gejolak ekonomi terjadi.

Kali ini, Kiyosaki juga memberi penekanan khusus pada perak. “Perak adalah yang terbaik dan paling aman. Harga perak hari ini US$50 atau setara Rp830.000. Saya memprediksi perak akan mencapai US$70 atau setara Rp1.162.000 dalam waktu dekat dan kemungkinan US$200 atau setara Rp3.320.000 pada 2026,” katanya.

Tidak hanya itu, Kiyosaki juga membuat prediksi berani untuk emas. Dalam unggahan lain, ia mengatakan, prediksinya untuk emas adalah US$27.000 atau setara Rp448.200.000, merujuk pada prediksi dari rekannya, pakar investasi, Jim Rickards.

Selain logam mulia, Kiyosaki semakin agresif mendukung aset kripto. Ia mendorong audiensnya untuk membeli lebih banyak Bitcoin dan Ethereum.

Bitcoin dikenal karena kelangkaannya, pasokannya dibatasi hanya 21 juta koin. Karena itu, Kiyosaki percaya potensi kenaikannya sangat besar. “Target harga saya untuk Bitcoin adalah US$250.000 atau setara Rp4.150.000.000 pada 2026.”

Ia juga menyukai Ethereum, dengan alasan, Ethereum adalah blockchain untuk stablecoin. Meski kripto terkenal volatil, akses investasi kini semakin mudah bagi pemula.

Selain rekomendasi investasi, Kiyosaki mengingatkan pentingnya memiliki dana darurat. Dengan AI yang mengubah struktur pekerjaan dan ancaman resesi yang terus menghantui, cadangan uang tunai bisa menjadi penyelamat.

Pakar finansial Dave Ramsey menyarankan dana darurat untuk 3–6 bulan biaya hidup. Yang terpenting adalah konsistensi, menabung sedikit demi sedikit hingga perlindungan finansial terbentuk.