FBI Buru Pelaku Penembakan Charlie Kirk, Tawarkan Imbalan Rp1,6 Miliar bagi Informan
Penyidik FBI merilis video pria yang diduga pelaku pembunuhan aktivis sayap kanan Charlie Kirk di sebuah acara di Utah Valley University, Rabu, 10 September 2025, siang waktu setempat.
Hingga kini, belum ada satu orang pun yang ditangkap lebih dari sehari setelah pembunuhan yang mengguncang politik Amerika yang bergejolak. Polisi meyakini penembak menembakkan satu peluru dari atap hingga 180 meter, dan mengenai leher Kirk.
Kirk, merupakan politikus muda berusia 31 tahun dari kubu kanan Partai Republik yang berhasil menggalang dukungan dari kaum muda untuk Presiden Donald Trump, ditembak mati saat berpidato di hadapan khalayak ramai di Universitas Utah Valley pada hari Rabu.
Ratusan agen dari 20 lembaga penegak hukum sedang mencari petunjuk terkait identitas pelaku, tetapi dalam jumpa pers Kamis malam, mereka tampaknya belum menemukan petunjuk yang pasti terkait pelaku.
FBI merilis foto terduga pelaku penembakan aktivis Charlie Kirk di Utah
Temuan Senapan Bolt Action
Namun demikian, pihak berwenang merilis video pendek, tertera waktu pukul 12.23 siang kemarin, menunjukkan orang tersebut berlari di atas atap gedung kampus, lalu turun dan melompat ke tanah dan berjalan keluar kampus menuju beberapa pohon di sekitar lokasi.
FBI dan pejabat negara bagian mengatakan bahwa si pembunuh tiba di kampus beberapa menit sebelum acara dimulai, sebuah debat yang dipimpin oleh Kirk berjudul "Prove Me Wrong" di luar ruangan di hadapan sekitar 3.000 orang di Utah Valley University di Orem, Utah, sekitar 65 km di selatan Salt Lake City.
Rekaman kamera keamanan menunjukkan seseorang menaiki tangga untuk naik ke atap sebelum menembaki Kirk, kata para pejabat dalam konferensi pers. Kirk, seorang pembela hak senjata yang gigih, sedang menjawab pertanyaan penonton tentang penembakan massal ketika peluru mengenai lehernya. Para penonton melarikan diri dengan panik.
Komisaris Keamanan Publik Utah, Beau Mason, mengatakan orang tersebut meninggalkan bekas telapak tangan saat ia menuruni tepi atap menuju gedung, serta bekas sepatu saat ia mendarat di rumput di bawahnya. Ia diyakini mengenakan sepatu tenis Converse.
Terduga pelaku melompat dari atap dan melarikan diri ke lingkungan sekitar, ujar Robert Bohls, agen khusus FBI yang bertanggung jawab, kepada para wartawan.
Setelah turun, orang tersebut menyeberang jalan dan pindah ke area hutan. Berdasarkan foto-foto orang yang dicurigai, pelaku penembakan diduga adalah seorang mahasiswa.
Para penyelidik menemukan senapan "bolt-action berkekuatan tinggi" di area hutan terdekat — yang diyakini digunakan pelaku untuk membunuh Kirk. Polisi sedang memeriksanya bersama dengan jejak telapak tangan dan jejak kaki untuk mencari petunjuk.
Hadiah US$100.000 untuk Informasi Pelaku
Penegak hukum Utah merilis foto-foto terbaru orang tersebut, terlihat mengenakan kemeja hitam bergambar bendera Amerika dan elang, topi, dan kacamata hitam. Orang tersebut mengenakan ransel hitam.
Pada hari Kamis, karena kelas-kelas diliburkan, atap gedung di kampus sepi dan hutan di dekatnya dipasangi garis polisi saat para penyelidik menyisirnya untuk mencari bukti.
Penembak tampaknya berusia kuliah dan "berbaur dengan baik" di kampus, kata Komisaris Keamanan Publik Utah, Beau Mason, kepada para wartawan.
Para pejabat meminta masyarakat untuk memberikan informasi apa pun tentang identitas penembak.
"Kami tidak dapat melakukan pekerjaan kami tanpa bantuan publik," kata Gubernur Utah Spencer Cox kepada para wartawan, seraya menambahkan bahwa mereka telah menerima lebih dari 7.000 petunjuk.
"Kami membutuhkan bantuan sebanyak mungkin. Video atau foto apa pun yang Anda miliki ... harap kirimkan ke saluran informasi media digital kami."
FBI menawarkan imbalan US$100.000 (setara Rp1,6 miliar) untuk informasi yang dapat mengarah pada penangkapan pelaku, sebagaimana dalam foto-foto yang dirilis ke publik, mengenakan atasan hitam, kacamata hitam, dan topi bisbol gelap. Kemeja atasan tersebut tampaknya bergambar elang dan bendera AS.