Perusahaan Michael Saylor Nekat Borong Bitcoin Rp16 Triliun saat Harga Terjun Bebas
Perusahaan milik Michael Saylor, MicroStartegy, kembali menunjukkan keyakinannya pada Bitcoin di tengah tekanan pasar kripto. Strategy memborong Bitcoin saat harga anjlok ke kisaran Rp1,4 miliar per keping dipicu pasar yang lesu dan sikap investor yang kian berhati-hati.
Strategy dikenal sebagai korporasi pemegang Bitcoin terbesar menambah 10.645 keping Bitcoin dengan total pembelian hampir senilai US$1 miliar atau sekitar Rp 16,6 triliun (estimasi kurs Rp 16.650 per dolar AS). Perusahaan yang terdaftar di bursa Nasdaq Composite ini membeli Bitcoin dengan harga rata-rata US$92.098 per koin.
Dikutip dari Bitcoin Magazine pada Selasa, 14 Desember 2025, aksi korporasi merupakan pembelian besar kedua secara beruntun dan mengerek total kepemilikan Strategy menjadi 671.268 BTC. Perusahaan Saylor telah mengeluarkan US$50,33 miliar untuk membeli Bitcoin dengan harga rata-rata US$74.972 per koin.
Pembelian agresif ini dilakukan di saat Bitcoin kembali tertekan. Hingga pukul 06.00 WIB pada Selasa, 16 Desember 2025, harga Bitcoin diperdagangkan di level US$86.365 atau sekitar Rp1,43 miliar per keping.
Koreksi tajam terjadi seiring gelombang likuidasi besar-besaran di pasar kripto global. Di mana lebih dari US$200 juta posisi long berbasis leverage lenyap hanya dalam satu jam.
Bitcoin.
Tekanan jual menguat sepanjang akhir pekan. Bitcoin turun sekitar 2 persen pada Minggu, 14 Desember 2025, dengan volume transaksi mencapai sekitar US$38 miliar.
Dalam sepekan, harga Bitcoin tergerus 4,82 persen dan melemah 1,87 persen dalam 24 jam terakhir. Pergerakan turun ini berlanjut dari level US$92.000 hingga mendekati US$87.000, dipengaruhi likuiditas pasar yang tipis dan tekanan jual yang konsisten.
Penurunan semakin terasa ketika Bitcoin menembus level psikologis US$90.000 di tengah kondisi pasar yang relatif sepi. Volatilitas meningkat seiring investor bersikap lebih defensif menjelang agenda padat data ekonomi Amerika Serikat dan sejumlah kebijakan bank sentral.
Di tengah kondisi tersebut, Strategy tetap melaju. Pendanaan pembelian Bitcoin sebagian besar berasal dari penerbitan saham, dengan US$888,2 juta dihimpun dari penjualan saham biasa dan sisanya melalui saham preferen STRD. Langkah ini menegaskan sikap Michael Saylor yang kian agresif mengakumulasi Bitcoin, meski pasar tengah bergejolak dan investor global memilih bersikap waspada.
Para kritikus menyoroti operasional perusahan Saylor seperti wahana investasi Bitcoin dibandingkan perusahaan perangkat lunak. Manajemen Strategy pun tidak dipungkiri ada kekhawatiran berkelanjutan dari pemegang saham tentang pengenceran saham ini.
Perusahaan tersebut melaporkan imbal hasil yang diperoleh dari Bitcoin sebesar 24,9 persen sepanjang tahun 2025. Hasil ini kian menegaskan komitmen perusahaan dan Saylor untuk mengakumulasi Bitcoin terlepas dari fluktuasi pasar jangka pendek.