KAI Daop 9 Jember Pertimbangkan Rute KA Banyuwangi–Bandung, Wisatawan Tak Perlu Transit di Surabaya
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mengumumkan rencana penjajakan pembukaan rute kereta api baru Banyuwangi–Bandung pulang pergi (PP).
Langkah ini menjadi upaya untuk memperluas akses transportasi antardaerah sekaligus menghubungkan dua kawasan wisata unggulan di Indonesia.
Jika rencana tersebut terwujud, penumpang dari Banyuwangi tak perlu lagi transit di Surabaya untuk menuju Bandung.
KAI menilai, jalur langsung ini dapat mendorong sektor pariwisata, ekonomi, hingga mobilitas masyarakat di wilayah timur dan barat Pulau Jawa.
Rute Baru untuk Dukung Mobilitas Masyarakat dan Wisatawan
Dilasnir dari Antara, Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa rute baru ini diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka segmen wisata baru.
“Rute baru itu diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan segmen wisata baru dari ujung timur Jawa dari Stasiun Ketapang di Banyuwangi hingga pusat wisata dan budaya Jawa Barat di Stasiun Bandung,” ujar Cahyo di Jember, Jawa Timur, Rabu.
Ia menuturkan, pengalaman perjalanan ini menawarkan panorama jalur selatan Jawa yang hijau dan eksotis.
Dengan rute baru, masyarakat bisa memulai hari dari Ketapang di Banyuwangi untuk melihat matahari terbit di perairan Selat Bali, lalu menikmati perjalanan panjang menyusuri jalur selatan Jawa hingga akhirnya tiba di Bandung.
“Pengalaman perjalanan seperti itu bukan lagi sekadar angan, kini KAI Daop 9 Jember tengah menjajaki pembukaan rute baru tersebut,” katanya.
Nantinya Penumpang Tidak Perlu Transit di Surabaya
Cahyo menjelaskan bahwa hingga kini belum tersedia layanan kereta langsung dari Ketapang ke Bandung.
Penumpang yang ingin menuju Bandung masih harus berganti kereta di Surabaya.
Dengan adanya rute baru nanti, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih efisien dan nyaman tanpa perlu transit di kota lain.
Lonjakan Penumpang Dorong Inovasi Layanan
Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, jumlah penumpang kereta jarak jauh terus meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir.
Oktober 2024, tercatat 1.594.654 penumpang berangkat dari Daop 9 dan 1.630.267 penumpang tiba, dengan total 3.224.921 penumpang.
Sementara pada periode yang sama tahun 2025, jumlah penumpang berangkat mencapai 1.887.249 orang dan penumpang tiba sebanyak 1.924.098 orang, totalnya 3.811.347 penumpang.
“Terjadi pertumbuhan 18 persen baik untuk penumpang berangkat maupun tiba. Peningkatan itu menegaskan bahwa kebutuhan mobilitas masyarakat terus berkembang dan KAI menjawab peluang tersebut melalui inovasi layanan,” ujar Cahyo.
Manfaatkan Potensi Pariwisata Banyuwangi dan Bandung
Cahyo menambahkan, Banyuwangi dikenal dengan destinasi seperti Kawah Ijen, Alas Purwo, wisata pantai, dan kekayaan budaya.
Sementara Bandung terkenal dengan wisata alam, kuliner, pendidikan, hingga fesyen kreatif.
“Konektivitas langsung antara kedua destinasi itu dipandang mampu melahirkan segmen penumpang baru, terutama wisatawan domestik maupun mancanegara, komunitas traveling, dan keluarga penikmat perjalanan panoramik,” ujarnya.
Rute ini tak hanya berpotensi memperkuat sektor wisata, tetapi juga dapat meningkatkan konektivitas di bidang pendidikan, ekonomi, dan mobilitas masyarakat pekerja serta pelajar.
KAI Lakukan Survei Minat dan Ajak Partisipasi Publik
Sebagai bagian dari proses penjajakan, KAI Daop 9 Jember tengah melakukan survei minat masyarakat terhadap rencana rute Ketapang–Bandung.
“Survei itu kami lakukan agar layanan yang disiapkan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Masukan publik akan menjadi fondasi penting dalam perencanaan kami,” jelas Cahyo.
KAI mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan masukan melalui survei yang dapat diakses lewat QR Code atau tautan bit.ly/KAKetapangBandung.
Partisipasi publik dinilai sangat penting agar rute Banyuwangi–Bandung dapat segera terwujud dan memberi manfaat luas bagi masyarakat dan sektor pariwisata nasional.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.