Siapa Sosok Pemodal Pesta Seks Gay di Surabaya yang Nyumbang Uang Hingga Doorprize Obat Perangsang?
Pesta seks gay yang digelar di Hotel Midtown Residence, Surabaya, ternyata dibiayai oleh seorang pemodal dan bahkan menyediakan doorprize berupa obat perangsang bagi para peserta.
Dari hasil pemeriksaan, pesta tersebut dirancang oleh RK alias A yang sebelumnya pernah mengikuti acara serupa. Ia kemudian menghubungi MR alias A untuk menjadi pemodal.
MR adalah pria asal Malang berusia 36 tahun yang bekerja sebagai wiraswasta. Dalam kasus ini, polisi juga sudah menangkap MR.
"Saudara MR alias A menyetujui. Kemudian memberikan dana sebesar kurang lebih Rp 1.780.000 untuk memesan dua kamar hotel," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Herwiyanto, dikutip Jumat, 24 Oktober 2025.
34 peserta pesta seks gay Surabaya
Tak hanya itu, MR juga menambah dana Rp435 ribu untuk membeli obat perangsang yang dijadikan doorprize. RK kemudian menyebar undangan di grup WhatsApp lengkap dengan peraturan acara, dan menunjuk tujuh admin pembantu yang semuanya sudah saling kenal karena pernah menggelar event serupa.
"RK alias A, alias DS juga menunjuk tujuh orang admin pembantu. Mereka sebenarnya saling mengenal karena sudah beberapa kali dilaksanakan event yang sama. Bukan hanya satu kali ini," kata dia.
Kasus kali ini terungkap setelah polisi memantau aktivitas mencurigakan di media sosial yang mempromosikan acara bertajuk Siwalan Party. Sebanyak 34 pria kemudian ditangkap dalam penggerebekan. Mereka terdiri dari satu pendana, satu admin utama, tujuh admin pembantu, dan 25 peserta pesta.
“Admin utama membuat flyer kegiatan dan menyebarkannya di media sosial. Ada juga admin pembantu yang menjemput peserta di lobby hotel, menyiapkan makanan, hingga membuat permainan,” katanya lagi.
Sebelumnya diberitakan, pesta seks gay di Hotel Midtown Residence, Surabaya, digerebek. Penggerebekan tersebut dilakukan, Minggu, 19 Oktober 2025, dini hari.
Terkait hal ini, polisi pun angkat bicara. Kepala Samapta Polres Kota Besar Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Erika Purwana Putra membenarkan adanya hal tersebut.
"Mengamankan pesta seks sesama jenis di hotel," kata dia saat dikonfirmasi, Senin, 20 Oktober 2025.
Ada puluhan lelaki yang diamankan dalam penggerebekan tersebut. Jika ditotal, jumlahnya ada 34 orang. Puluhan orang ini terdiri dari tamu dan penyelenggara acara tabu itu.
"Total ada 34 orang (diamankan)," kata dia.
Dalam video penggerebekan yang diterima nampak puluhan pria yang diamankan ini tidak berbusana saat penggerebekan dilakukan. Mereka semua bugil tanpa sehelai benang pun menempel di tubuhnya.
Puluhan pria ini cuma bisa tertunduk saat terciduk penggerebekan. Mereka kemudian diminta berpakaian lalu nampak didata satu persatu oleh pihak berwajib. Setelahnya, mereka pun digiring ke Markas Polrestabes Surabaya.
Mereka yang ikut pesta seks gay ini profesinya beragam. Selain, satu orang tercatat sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara), ada juga yang berprofesi sebagai guru hingga masih ada yang berstatus mahasiswa. Kemudian, 22 orang profesinya pekerja swasta, 6 orang wiraswasta, dan 1 orang adalah petani. Sisanya, sebanyak 3 orang tidak bekerja.