Ini Isi Chat Lengkap Calon Dokter FK Unud, Calista Amore Manurung yang diduga Bully Timothy Anugerah
Nama Calista Amore Manurung tengah ramai diperbincangkan menyusul dengan kasus kematian Timothy Anugerah. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini ramai dihujat setelah chat yang disampaikannya di grup WhatsApp viral di media sosial.
Chat yang disampaikan Calista Amore Manurung dalam grup tersebut ramai setelah dibagikan di media sosial X. Dalam chat tersebut Calista Amore memberikan komentar yang tak pantas dan dinilai nir-empati atas meninggalnya Timothy Anugerah.
Lantas apa chat percakapan yang diungkap Calista Amore Manurung yang dinilai tak berempati atas meninggalnya Timothy Anugerah?
Chat ini bermula dari salah satu anggota di grup chat tersebut terkait dengan percobaan bunuh diri.
”Percobaan bunuh diri di kamsud lompat dari lt 2,” demikian chat tersebut.
Lalu dalam chat grup tersebut muncul tanggapan dari akun bernama Calista Amore Manurung. Dalam chat itu, Calista menyebut bahwa tindakan percobaan bunuh diri dari lantai 2 dinilainya kurang.
”Gaberasa lt 2 mah,” demikian bunyi chat tersebut.
”visit yu,” balas Calista Amore dalam grup tersebut.
Klarifikasi Calista Amore Manurung
Menyusul dengan aksinya itu, Calista ramai mendapat hujatan dan komentar negatif dari pengguna media sosial. Ramainya hujatan yang diterimanya, Calista akhirnya muncul dihadapan publik dan meminta maaf. Dalam video permintaan maafnya, Calista mengungkapkan rasa dukanya kepada keluarga Timothy Anugerah.
”Pertama-tama saya ingin menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum Timothy. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan penghiburan dan semoga almarhum Timothy mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” kata Calista dikutip dari video yang diunggah di akun gosip @pembasmi.kehaluan.reall, Selasa 21 Oktober 2025.
Calista juga mennyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas perkataanya dalam chatnya yang viral di media sosial terkait dengan kematian Timothy beberapa waktu lalu. Dirinya mengaku apa yang dilakukannya tidak dapat dibenarkan.
”Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang tidak berkenan atas perkataan dalam chat saya. Saya menyadari bahwa tindakan nir empati yang saya lakukan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun,” kata dia.
Atas kejadian ini, Calista mengaku menyesal dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran besar dalam kehidupannya untuk berhati-hati dalam bersikap, dan berujar.
”Lebih peka terhadap perasaan orang lain dan lebih bertanggung jawab atas setiap kata yang saya ucapkan,” sambung dia.
Calista juga mengungkapkan permintaan maafnya kepada keluarga Timothy Anugerah atas sikapnya. Dia berjanji bahwa kejadian ini akan menjadi dorongan untuknya memperbaiki diri menjadi lebih baik.
”Kepada almarhum keluarga Timothy saya mohon maaf dengan sepenuh hati. Saya juga berterima kasih kepada pihak kampus, rumah sakit, rekan-rekan dan seluruh masyarakat yang telah memberikan teguran serta pengingat kepada saya. Saya akan menjadikanya sebagai dorongan untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” kata Calista.