Seminggu Sebelum Meninggal, Ibunda Timothy Anugerah Sempat Diberi Firasat Ini

Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra
Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra

Sharon, ibunda Timothy Anugerah mengungkap firasat berbeda tepat seminggu sebelum kepergian putra semata wayangnya. Salah satu firasat yang baru disadarinya setelah kepergian Timothy pada 15 Oktober lalu itu terkait dengan doa yang rutin dilakukanya setiap pagi. 

“Jadi setelah kejadian Timmy (panggilan mendiang) saya baru tau seminggu sebelumnya itu ada hal yang aneh. Saya lagi berdoa ada energi yang sangat besar sekali kayak air terjun ke saya dan itu saya berdoa untuk lautan 200 ribu jiwa,” kenang Sharon seperti dikutip dari tayangan YouTube Denny Sumargo.

Lebih lanjut diungkap Sharon saat itu, dirinya merasa dituntun untuk mendoakan ratusan ribu orang tersebut. Bahkan diakui Sharon,dirinya tidak bisa melakukan kegiatan apapun selain berdoa saat itu.

“Jadi sepanjang satu minggu saya nggak bisa makan, nggak bisa kerja nggak bisa ngapa-ngpaian saya hanya bisa bersimpuh bedoa jiwa-jiwa. Jadi ini antara badan saya, antara ilang separuh saya nggak tau yang saya bisa lakukan berdoa untuk jiwa-jiwa. Satu minggu itu. Ada lautan luas isinya orang, saya liat itu 200 ribu ada angkanya 200 ribu,” kenang Sharon.

Sharon mengaku momen tersebut seperti Tuhan sedang mempersiapkan dirinya untuk bisa lebih tegar dan kuat. Namun di saat itu, dirinya tak berpikir bahwa firasat tersebut menandakan dirinya akan kehilang putra semata wayangnya itu.

“Waktu saya liat saya tau berdoa untuk 200 ribu jiwa dan itu kuat sekali. Saya duduk tegak nggak sanggup rasanya aku terus berdoa. Satu minggu sebelum, karena pelayan saya untuk berdoa buat saya ini sesuatu kebangunan rohani yang Tuhan sudah persiapkan. Tapi saya nggak ada kepikiran kaitannya sama Timmy. Jadi itu sampai satu minggu karena sampai Senin saya begitu terus dan di hari-hari itu Timmy pamit ke perpus mau ke kafe untuk kerjakan skripsinya,” kata dia kembali mengingat.

Hingga pada Senin atau dua hari sebelum insiden jatuhnya Timothy Anugerah dari lantai 4 gedung kampusnya. Sharon sempat meminta Timothy untuk menghubungi pendetanya untuk berdiskusi terkait dengan pengalaman yang dialami Sharon. 

“Senin saya bilang ke Timmy tolong hubungi pendetanya Timmy apakah mami bisa diskusi fenomena di aku, even aku pendoa itu teralu besar buat aku. Jadi aku ingin mendiskusikan ini, dia chat pendetanya mungkin belum dapat jawabannya,” sambung Sharon.

Kemudian di hari Selasa atau sehari sebelum insiden tersebut, Timothy yang melihat Sharon kemudian mendoakan sang mami. Saat itu, Sharon merasakan adanya kedamaian yang dirasakannya.

“Selasa saya masih seperti itu akhirnya dia bilang ’mami saya doakan saja’ Timmy doakan saja, mami nggak kuat sekali rasanya harus berdoa terus. Terus dia doakan saya, selesai dia berdoa kayak ada yang ditutup jadi kayak kebanjiran terus kayak ada yang berhenti dan langsung lapar,” kata dia.

Setelah mendoakannya, Sharon kemudian mengajak Timothy untuk makan bersama sekaligus berdiskusi terkait skripsi yang tengah disusun putranya itu. Jika sebelumnya Timothy enggan untuk menerima bantuannya, namun di saat itu, Timothy secara terbuka mengungkapkan rasa stuck nya menyusun skripsi.

“Selasa itu saya ajak Timmy makan keluar untuk diskusi skripsi karena saya tau Rabunya jadwal konsultaasi skripsi. Dia selama ini nggak mau dibantu, ’let me help you karena mami hampur 15 tahun jadi dosen jadi mami tau bagian mana dari mahasiswa yang perlu dibantu’ dia nggak mau terus. Waktu selasa itu dia ’iya mami saya mentok’ katanya dia bilang ’maaf ya mami saya mentok saya sudah coba kerjakan tapi nggak maju-maju’,” kenang Sharon.

Saat itu, Sharon mengaku tidak merasakan adanya ekspresi depresi atau tertekan dari wajah putranya. Dia juga tidak bisa menjawab apakah insiden putranya jatuh dari lantai 4 gedung kampusnya berkaitan dengan kondisinya saat itu.

“Saya liat kebingungan iya, saya nggak berani menduga (sampai depresi) karena saya tidak tau definisi orang yang depresi seperti apa. Itu saya nggak bisa menjawab, kalau ada orang yang tanya apa ada kemungkinannya saya rasa semua orang di kita ada kemungkinan,” kata dia.