Kebun Teh Pangalengan Dirusak dan Diubah Jadi Kebun Sayur, Dedi Mulyadi Angkat Suara
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta aparat segera menangkap pelaku perusakan kebun teh di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Kasus perusakan itu sebelumnya viral di media sosial. Dalam video yang beredar, sejumlah petani tampak memprotes karena tanaman teh yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian mereka dirusak dan dicabut.
"Kumaha ieu teh hayoh wae diragajian (bagaimana ini terus saja digergaji), ari ieu rek darahar ti mana atuh (ini mau pada makan dari mana)," keluh seorang petani dalam rekaman tersebut. Para petani juga menunjukkan pohon teh yang sudah tercabut dari tanah.
Menanggapi itu, Dedi menyebut bahwa aksi tersebut bukan kejadian spontan, melainkan pola perusakan yang berlangsung berulang dan terorganisasi.
"Perusakan tersebut sistemik dan saya mendapat informasi bahwa ada orang yang punya uang kemudian menggerakkan orang untuk melakukan penebangan kebun teh,” kata Dedi Mulyadi, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, dalang aksi tersebut diduga ingin mengubah lahan teh menjadi kebun kentang.
"Perusakan tujuannya untuk menanam kentang dan kentangnya nanti dibeli oleh dia," ujar Dedi.
Pelaku Diburu Aparat
Dedi mengatakan telah meminta Polda Jawa Barat untuk turun tangan guna menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Ia juga mendesak Pemkab Bandung bergerak cepat mencegah alih fungsi lahan.
"Sudah ada peraturan gubernur yang melarang alih fungsi lahan dari perkebunan teh ke komoditi lain yang memiliki aspek kerusakan terhadap lingkungan," tegasnya.
Ia berharap tindakan serupa tidak lagi terulang.
"Semoga dalam waktu tidak terlalu lama, orang yang melakukan perusakan penebangan pohon teh untuk kepentingan-kepentingan lain segera ditahan," ujarnya.
Petani Resah, Aksi Protes Pecah
Serikat Pekerja Perkebunan Teh Korwil Cinyiruan dan Kertasari juga menolak keras pengalihan fungsi lahan. Kekesalan mereka memuncak hingga menggelar demonstrasi di Pabrik Teh Malabar pada Selasa (25/11/2025). Mereka menuntut PTPN melindungi lahan dan menghentikan tindakan penyerobotan.
Camat Pangalengan, Vena Andriawan, mengonfirmasi adanya penyerobotan lahan oleh kelompok tidak dikenal.
"Iya, ini (tindakan penyerobotan lahan perkebunan teh) sudah yang kedua kalinya," ujar Vena, Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, penguasaan lahan tidak terjadi di satu titik saja, melainkan di banyak lokasi, termasuk area yang sempat viral.
Saat ini, diperkirakan puluhan hektare lahan telah beralih fungsi.
"Sebenarnya ada beberapa titik. Jadi bukan hanya Blok Pahlawan. Kalau setahu saya, saat ini sudah ada 60 hektare yang terokupasi dan terus bertambah," katanya.
Vena menyebut PTPN 1 Regional 2 terkendala jumlah personel dalam mengawasi area yang mencapai 6.000 hektare.
"Mereka bilangnya karena keterbatasan personel. Luas area 6.000 hektare kan semua. Jadi, di blok A misalnya dijaga, tapi blok C malah dijarah. Mungkin personelnya sedikit, jadi susah ngontrol," ujarnya.
Ia mengatakan kondisi ini memicu kemarahan pekerja kebun teh karena lahan yang menjadi tempat mereka menggantungkan hidup dirusak dan dialihfungsikan.
"Jadi mereka menuntut perkebunan teh memberikan proteksi kepada para pekerja pemetik teh itu supaya bisa bekerja dengan aman. Lalu menghentikan okupasi, soalnya aktivitasnya tengah malam cenah biasanya mah," kata Vena.
Artikel ini tayang di Tribunjabar.id dengan judul Respons Dedi Mulyadi soal Perusakan Kebun Teh di Pangalengan yang Viral, Harap Pelaku Segera Ditahan
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang