Selidiki Kematian Timothy Mahasiswa Unud, Polisi: CCTV di Lantai 4 Rusak
Kasus kematian Timothy Anugerah Saputra (21), mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, masih menyisakan banyak tanda tanya. Ia ditemukan tewas usai diduga melompat dari lantai 4 gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Pada Sabtu, 18 Oktober 2025, ayah korban, Lukas Diana Putra, resmi melapor ke Polresta Denpasar. Tujuannya, untuk mencari kejelasan atas kematian putranya yang disebut penuh kejanggalan.
Kapolsek Denpasar, Kompol Laksmi, membenarkan adanya laporan itu dan menyampaikan bahwa keluarga korban membutuhkan penjelasan resmi lantaran beredarnya banyak informasi simpang siur di media sosial.
“Ayah kandung korban menanyakan sebenarnya korban jatuh dari lantai berapa karena banyak simpang siur informasi, apakah dari lantai 2 atau 4, kami sudah jelaskan korban jatuh dari lantai 4,” ujar Kompol Laksmi dalam program Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, dikutip VIVA, Senin, 20 Oktober 2025.
Mahasiswa Unud, Timothy Anugerah Saputra
CCTV di Lantai 4 FISIP Rusak
Salah satu hal yang menjadi perhatian keluarga adalah keberadaan rekaman CCTV di lokasi kejadian. Kompol Laksmi menjelaskan bahwa memang terdapat kamera di area lobi yang sempat merekam aktivitas korban. Namun, CCTV di lantai 4 rusak.
“Kami sudah jelaskan, ada CCTV di lobi yang merekam saat korban masuk ke dalam gedung dan saat korban terjatuh,” ucap Kompol Laksmi.
“Namun memang di lantai 4 itu ada CCTV, tapi CCTV-nya rusak. Kami sudah koordinasi oleh pihak kampus juga, kerusakan CCTV di lantai 4 itu diperkirakan sudah dari 2023,” sambungnya.
Menurut Kompol Laksmi, tiga orang saksi sempat melihat Timothy di lantai 4 sebelum kejadian tragis tersebut. Dari keterangan saksi, korban disebut sempat duduk di area tempat ditemukannya tas dan sepatu miliknya.
“Ada saksi yang melihat korban keluar dari lift di lantai 4. Korban datang ke lantai 4 itu, kemudian berjalan dan duduk, di lokasi ditemukannya tas dan sepatu milik korban,” jelas Kompol Laksmi.
Menurut Laksmi, karena tidak saling mengenal antara saksi dan korban, ketiga saksi tidak terlalu memperhatikan gerak-gerik korban di lantai 4.
Seorang saksi juga mengaku sempat melihat korban melepaskan sepatu. Sekitar 10 menit setelahnya, salah satu saksi melihat ke arah tempat korban terakhir duduk dan hanya mendapati sepatu korban yang tertinggal.
“Kemudian ada juga saksi yang melihat pada saat korban melepas sepatu di lokasi tersebut. Karena saksi tidak kenal pada korban, jadi saat korban melepas sepatu itu, saksi hanya sekedar melihat, kemudian saksi masuk ke dalam kelas dan menaruh barangnya, kemudian saat balik lagi sudah tidak ada korban di sana,” tutupnya.
Pihak kepolisian memastikan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Polisi kini tengah mengumpulkan berbagai bukti tambahan untuk memastikan penyebab kematian mahasiswa semester 7 itu.