Unud Tegaskan Tak Ada Tekanan Skripsi pada Timothy Anugerah, Polisi Masih Dalami Dugaan Lain
Universitas Udayana (Unud) Bali menegaskan bahwa tidak ditemukan adanya tekanan akademik yang dialami mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bernama Timothy Anugerah Saputra, yang meninggal dunia setelah jatuh dari lantai empat kampus.
Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani, mengatakan berdasarkan hasil klarifikasi kepada dosen pembimbing, proses bimbingan skripsi almarhum baru berjalan sekitar 20 hari dengan dua kali pertemuan. Ia menyebut, hubungan antara mahasiswa dan dosen pembimbing berjalan baik dan komunikatif.
"Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya indikasi tekanan akademik ataupun kendala administratif yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," ujar Dewi Pascarani di Denpasar, Senin 20 Oktober 2025 dikutip Antara.
Ia menambahkan, dosen pembimbing selalu mengakomodasi topik skripsi yang diajukan oleh Timothy dan tidak ada catatan masalah dalam proses akademik yang sedang dijalani korban. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan isu yang sempat berkembang di media sosial, bahwa mahasiswa tersebut mengalami tekanan akademik atau kesulitan dalam bimbingan skripsinya.
Mahasiswa Unud Timothy Anugerah Saputra diduga jadi korban bully
Sementara itu, pihak kampus juga telah memanggil beberapa mahasiswa yang diduga mengucapkan komentar tanpa empati setelah meninggalnya Timothy. Kasus tersebut kini tengah didalami oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) yang dibentuk oleh Unud.
“Satgas sudah ditugaskan untuk menelusuri kasus ini, dan dibantu oleh Tim Pencari Fakta yang terdiri dari akademisi, ahli hukum, dan psikolog kampus,” ujar Dewi.
Tim tersebut bertugas mengumpulkan dan menelaah data psikososial mendiang mahasiswa sebelum menyusun rekomendasi bagi pimpinan universitas terkait sanksi terhadap pihak yang terbukti melakukan tindakan tanpa empati.
Pihak kampus juga menegaskan bahwa komentar tanpa empati terhadap Timothy terjadi setelah korban meninggal dunia, bukan sebelumnya.
“Penegasan ini perlu kami sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman bahwa korban mengalami perundungan sebelum peristiwa itu,” tambahnya.
Diketahui, Timothy Anugerah Saputra ditemukan tergeletak di halaman depan Gedung FISIP Unud Kampus Sudirman, Denpasar, pada Rabu pagi, 15 Oktober 2025. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Polisi Sebut Kecil Kemungkinan Terpeleset
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan mengatakan kecil kemungkinan Timothy meninggal akibat terpeleset dari lantai empat.
“Kalau untuk jatuh terpeleset, tidak ya. Karena kan di sana itu tempat duduk, kemudian ada pagar atau balkon. Jadi lebih memungkinkan korban itu naik, kemudian jatuh seperti itu,” ujar Kompol Laksmi di Denpasar, Senin 20 Oktober 2025.
Meski begitu, polisi belum dapat memastikan apakah korban sengaja menjatuhkan diri. Berdasarkan hasil olah TKP, perjalanan Timothy dari lantai satu hingga lantai empat terekam kamera pengawas (CCTV). Namun, CCTV di lantai empat yang menjadi lokasi terakhir korban terlihat ternyata sudah rusak sejak 2023.
“Memang di lantai empat itu ada CCTV, tetapi CCTV-nya rusak. Kami sudah koordinasi dengan pihak kampus juga,” katanya.
Penyidik telah memeriksa tiga saksi yang sempat melihat Timothy berada di lantai empat sebelum jatuh. Mereka mengaku melihat korban keluar dari lift, berjalan, dan duduk di bangku dekat lokasi ditemukannya tas serta sepatu milik korban. Sekitar 10 hingga 15 menit kemudian, saksi melihat hanya tas dan sepatu yang tersisa di bangku itu.
Polisi menyebut telah memeriksa 19 saksi, termasuk rekan kampus korban. Dari hasil pemeriksaan, Timothy dikenal sebagai mahasiswa aktif dan berkepribadian baik. Namun, aparat masih menelusuri kemungkinan adanya tekanan sosial atau perundungan di lingkungan kampus, setelah video berisi olok-olokan terhadap kematian Timothy viral di media sosial.
“Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan serta keterangan tambahan dari saksi-saksi lain untuk memastikan penyebab pasti tewasnya mahasiswa berprestasi tersebut,” tutur Kompol Laksmi.
Pemberitaan ini bukan untuk menginspirasi tindakan bunuh diri, apapun yang terjadi, tindakan bunuh diri tidaklah dibenarkan. Jika Anda mengalami depresi atau permasalahan psikologi, segera konsultasikan masalah-masalah Anda untuk dibantu oleh psikolog, psikiater maupun klinik kesehatan mental.