Viral Pesta Gay di Surabaya, Begini Tanggapan Keras Ustaz Abdul Somad Soal LGBT
Penggerebekan pesta seks sesama jenis di sebuah hotel kawasan Ngagel, Surabaya, mendadak viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari, 19 Oktober 2025, itu melibatkan puluhan pria.
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Erika Purwana Putra, membenarkan penggerebekan tersebut.
“Tim gabungan dari Sat Samapta dan Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama jajaran Polsek Wonokromo mengamankan pesta seks sesama jenis di hotel,” ujar Erika saat dikonfirmasi Senin, 20 Oktober 2025.
Dalam operasi itu, sebanyak 34 orang diamankan, terdiri dari tamu hingga penyelenggara kegiatan yang melanggar norma tersebut.
“Total ada 34 orang (diamankan),” kata Erika menegaskan.
Penggerebekan Pesta Seks Gay di Surabaya
Viralnya kasus ini kembali menyeret perhatian publik pada ceramah lama Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menyinggung persoalan LGBT secara tegas.
“Setelah dilakukan penelitian, ternyata ribuan tahun yang lalu monyet sudah homo. Jadi, kalau ada yang mengatakan bahwa puncak peradaban manusia adalah homo LGBT, maka monyet lebih tahu lebih dulu tentang LGBT,” ujarnya dalam video di kanal YouTube Pengajian Ceramah, dikutip VIVA, Senin, 20 Oktober 2025.
Dalam ceramah itu, UAS menegaskan bahwa LGBT tidak bisa dijadikan dalih sebagai bentuk Hak Asasi Manusia (HAM).
“Kalau LGBT dikatakan adalah HAM, maka monyet layak dapat HAM. Sakit hati? Berarti LGBT,” katanya disambut tawa para jamaah.
Tak berhenti di situ, ustaz asal Riau yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir, itu juga meluruskan anggapan bahwa LGBT adalah pemberian Tuhan.
“Ada orang berkata LGBT adalah pemberian Tuhan. Kalau pemberian Tuhan, maka sama antara LGBT di Mesir, di Indonesia, sama di Bangkok, Thailand. Tapi yang terjadi sekarang, LGBT di Thailand lebih banyak daripada di Mesir. Itu menunjukkan itu bukan pemberian Tuhan tapi tumbuh di masyarakat,” jelasnya.
Menurut UAS, perilaku LGBT bisa tumbuh karena pengaruh lingkungan yang permisif dan kurangnya ketegasan dalam pendidikan karakter. Ia menegaskan bahwa jika seseorang tumbuh di lingkungan yang keras dan disiplin, kepribadian menyimpang itu tidak akan berkembang.
“Maka kalau keras, dia tidak akan tumbuh. Maka kita harus keras dalam masalah ini. Anak-anak kita, naudzubillah, lingkungan kita, kalau sudah nampak bakat-bakat dia melambai, dia harus didik keras. Buat latihan karate, salat subuh berjamaah, muhasabah, ceramah, abis itu latihan silat. Jadilah laki-laki perkasa,” seru Ustaz Abdul Somad dengan lantang.