Top 17+ Siswa Keracunan! Dapur MBG di Kendal Langsung Disetop, Polisi Temukan Temuan Mengejutkan

Rakor penanganan dugaan keracunan MBG di SMP N 1 Kendal
Rakor penanganan dugaan keracunan MBG di SMP N 1 Kendal

Dugaan keracunan yang menimpa 17 siswa SMP Negeri 1 Kendal berbuntut penghentian sementara operasional Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Sijeruk, Kendal.

Langkah ini ditempuh sebagai tindak lanjut temuan awal adanya kemungkinan kontaminasi nitrit pada menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keputusan penghentian sementara diambil dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar Polres Kendal bersama jajaran Forkopimda dan instansi terkait, Jumat, 28 November 2025.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung Kapolres Kendal, Ajun Komisaris Besar Polisi Hendry Susanto Sianipar, sebagai respon cepat atas insiden yang memicu keresahan orang tua dan masyarakat. Hendry menyebut pemeriksaan awal menunjukkan adanya temuan krusial pada sampel makanan.

“Hasil pemeriksaan awal dari Polres Kendal menemukan adanya kandungan nitrit melebihi ambang batas pada sampel makanan MBG. Ini yang diduga kuat memicu gejala keracunan. Namun kepastian akhir tetap menunggu hasil laboratorium resmi,” kata dia, dikutip Sabtu, 29 November 2025.

Pihak BGN Kendal menyatakan siap mengikuti seluruh proses evaluasi sambil menunggu keluarnya hasil uji laboratorium resmi. Korwil SPPG BGN Kendal, M. Faris Maulana, memastikan kegiatan produksi di SPPG Sijeruk untuk sementara dihentikan.

“Operasional SPPG Sijeruk sementara dihentikan sampai rekomendasi uji laboratorium keluar,” tutur Faris.

Di sisi lain, kondisi para siswa yang sebelumnya mengalami gejala keracunan dilaporkan terus membaik. Kasi Dokkes Polres Kendal, Ipda Eka Bayu Wicaksana, menyampaikan sebagian besar korban bahkan sudah tidak lagi membutuhkan infus.

“Saat ini kondisi seluruh korban berangsur membaik. Sebagian besar sudah dicabut infusnya dan segera dipulangkan,” ucap Eka Bayu

Pemerintah Kabupaten Kendal menegaskan akan memperketat seluruh prosedur pengawasan pangan di sekolah dan dapur produksi. Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, menekankan pengawasan akan diperkuat mulai dari pelatihan petugas hingga standar keamanan pangan.

“Kami akan memperketat standar keamanan pangan, termasuk pelatihan bagi petugas tester di sekolah serta pengawasan rutin dapur SPPG,” ujar Agus.

Hingga hasil laboratorium resmi dirilis, seluruh pihak diminta tetap tenang sembari menunggu kepastian penyebab utama insiden keracunan tersebut. Pemeriksaan lanjutan masih terus dilakukan.

Laporan: Teguh Joko Sutrisno