Marak Kasus Keracunan, Siswa Boleh Tidak Makan MBG di Sekolah? Ini Penjelasan Dinkes
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah siswa di Bekasi dan Jakarta diduga mengalami keracunan seusai menyantap menu yang disediakan di sekolah.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan orang tua, apakah siswa wajib mengonsumsi MBG atau diperbolehkan menolak?
Kasus di Bekasi: Siswa Sakit Perut hingga Muntah
Kejadian terbaru dialami enam siswa SDN Kota Baru 3, Kota Bekasi, Kamis (2/10/2025).
Setelah menyantap menu MBG, mereka mengeluhkan sakit perut dan muntah, sehingga harus dirawat di RS Ananda Bekasi.
Koordinator MBG SDN Kota Baru 3, Syamsudin, menjelaskan bahwa pihaknya langsung membawa siswa yang sakit ke rumah sakit.
“Saya coba kerja sama SPPG-nya bagaimana penanganannya dibawalah ke rumah sakit,” ucap Syamsudin saat ditemui di RS Ananda Bekasi.
Ia menambahkan bahwa makanan MBG yang disajikan kala itu terasa asam.
“Nah si anak ini mencoba. Saya tanya, 'kenapa dimakan? Kan asem'. 'Ya saya coba Pak, sedikit'. Tapi karena dia enggak kuat, akhirnya kena ke perut lah dia seperti itu,” kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menyebut kondisi enam siswa tersebut berangsur membaik. Dua di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
Orang Tua Memilih Bawakan Bekal
Meski kondisi siswa sudah membaik, orang tua tetap merasa khawatir.
Salah satunya Hery Gunawan, ayah dari siswa bernama BPG yang masih dirawat.
Ia menegaskan tidak lagi mengizinkan anaknya memakan menu MBG di sekolah.
“Untuk ke depannya saya juga tidak bakal kalau ketika ada program MBG ada lagi saya tidak bakal nyuruh anak saya untuk makan,” ujar Hery saat dikonfirmasi, Jumat (3/10/2025).
Sebagai antisipasi, Hery memutuskan akan membawakan bekal sendiri dari rumah.
SPPG Palmerah Pastikan Makanan Tetap Segar dan Aman
“Bagaimana pun caranya saya bakal bawain bekal saja dari rumah, untuk antisipasi. Trauma juga,” tutur dia.
Namun, ia juga berharap pemerintah mengevaluasi pengelolaan MBG.
“Untuk menuntut juga kita gimana, kan ya namanya musibah. Katanya emang ada yang mau kayak gitu ya emang betul. Kalau begini kalau anak kita yang kena, kita sebagai orang tua ngerasa gimana ya?” kata Hery.
Siswa Tidak Wajib Makan MBG
Menjawab keresahan orang tua, Dinas Kesehatan Kota Bekasi menegaskan bahwa siswa tidak diwajibkan makan menu MBG.
“Silakan, tidak ada paksaan bagi anak untuk memanfaatkan MBG,” ujar Satia saat dihubungi.
Menurut Satia, siswa boleh menolak makanan MBG dan mengembalikannya kepada guru.
“Jadi tidak ada paksaan siswa wajib makan. Tapi dikembalikan lagi, boleh dimakan, boleh tidak dimakan,” imbuhnya.
Kasus Serupa di Jakarta Timur
Keracunan siswa akibat MBG juga terjadi di SDN 01 Gedong, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2025).
Sebanyak 20 siswa mengalami mual, muntah, dan pusing usai makan menu MBG.
Guru sekolah, Trini, mengatakan lima siswa sempat dirawat di IGD RSUD Pasar Rebo.
“Untuk yang di IGD RSUD Pasar Rebo ada lima orang, tapi ada 20 siswa (mual, muntah),” ucapnya.
Namun, ia belum bisa memastikan penyebab pasti. “Enggak bisa memastikan, karena hasil laboratorium belum keluar,” jelasnya.
Kapolsek Pasar Rebo, AKP I Wayan Wijaya, juga membenarkan adanya keluhan siswa sejak pagi.
“Ketika anak kelas 1 dan 2 akan makan MBG (mereka) memberitahukan ke pihak guru bahwa mienya bau, dan ditindaklanjuti oleh pihak guru SD 01,” ucap Wayan.
Tak lama, sejumlah siswa kelas 2 mulai muntah.
“Wakil kepala sekolah mengumumkan agar tidak dilanjutkan untuk makan MBG. Semuanya berjumlah 20 orang, muntah-muntah, sakit perut, dan mual,” tutur Wayan.
Pelaksana Tugas Kepala Sekolah SDN 01 Gedong, Kurniasari, menambahkan menu hari itu adalah mi goreng, tahu Sumedang, oseng sawi wortel dengan telur, dan stroberi.
“Ada bau dari mi goreng dan telur bau juga tadi,” ungkapnya.
Kurniasari menyebut sekolah menghentikan sementara distribusi MBG.
“Untuk sementara kami stop (MBG) sampai keluar hasilnya (pemeriksaan laboratorium),” ucap dia.
Kasus dugaan keracunan akibat MBG di Bekasi dan Jakarta memicu keresahan di kalangan orang tua.
Meski demikian, Dinas Kesehatan menegaskan siswa tidak diwajibkan mengonsumsi menu MBG dan diperbolehkan membawa bekal sendiri dari rumah.
Dengan begitu, pilihan tetap berada di tangan siswa dan orang tua, sembari pemerintah melakukan evaluasi pengelolaan program MBG agar peristiwa serupa tidak terulang.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .