Cara Mengatasi Rasa Rindu kepada Orangtua yang Sudah Meninggal, Menurut Psikolog

proses berduka, duka ditinggal meninggal, mengatasi rasa rindu, mengatasi rasa rindu terhadap orangtua yang sudah meninggal, cara mengatasi rindu pada orangtua yang sudah meninggal, rindu pada orangtua yang sudah meninggal, Cara Mengatasi Rasa Rindu kepada Orangtua yang Sudah Meninggal, Menurut Psikolog

Rasa rindu kepada orangtua yang sudah tiada seringkali membuat seseorang larut dalam kesedihan, terutama ketika kenangan bersama mereka tiba-tiba muncul begitu kuat di ingatan.

Psikolog Klinis Agata Paskarista, M.Psi., Psikolog., CPS, mengatakan, rasa rindu terhadap orangtua yang sudah meninggal adalah hal yang sangat manusiawi dan tidak seharusnya diabaikan.

“Rasa rindu yang tiba-tiba muncul itu wajar banget. Berduka itu bukan berarti kita harus benar-benar melepaskan rindunya, kangennya, atau melepaskan hubungan itu secara langsung,” ujar Agata saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (15/10/2025).

Cara mengatasi rindu kepada orangtua yang sudah meninggal

1. Rindu bukan tanda belum merelakan

Agata menjelaskan, banyak orang salah mengartikan perasaan rindu setelah kehilangan. 

Beberapa mengira, munculnya rasa rindu berarti belum bisa move on atau belum berdamai dengan kehilangan tersebut.

Padahal, menurutnya, perasaan rindu justru merupakan bagian dari proses berduka yang sehat.

“Akan tetapi, bagaimana menemukan cara baru untuk tetap merasa terhubung secara simbolis, kita bisa menjaga kedekatan itu lewat hal-hal yang bermakna,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehilangan tidak selalu harus diartikan sebagai berakhirnya hubungan. Justru, hubungan dengan orang yang sudah meninggal bisa tetap terasa dekat melalui cara-cara simbolis yang positif.

2. Menyalurkan rindu dengan cara yang bermakna

Alih-alih menolak atau menekan perasaan rindu, Agata menyarankan agar seseorang menyalurkannya lewat aktivitas yang memiliki makna personal.

“Kamu bisa menulis surat, mendoakan, mendengarkan lagu kesukaan orang-orang yang sudah tidak ada di sisi kita lagi, atau melakukan aktivitas yang dulu sering dilakukan bersama,” ujarnya.

Menulis surat kepada orangtua yang telah meninggal, misalnya, bisa menjadi bentuk ekspresi yang menenangkan. 

Dengan menulis, seseorang dapat mengungkapkan perasaan yang sulit diucapkan dan melepaskan beban emosional yang terpendam.

Sementara itu, mendengarkan lagu kesukaan mereka atau mengunjungi tempat yang dulu sering dikunjungi bersama bisa membantu menjaga kedekatan emosional tanpa harus larut dalam kesedihan.

3. Melanjutkan hubungan melalui kenangan dan doa

Agata menekankan, hubungan antara anak dan orangtua tidak benar-benar berakhir ketika salah satunya meninggal. Ia menyebut, kedekatan itu bisa terus dipertahankan dalam bentuk yang berbeda.

Hal ini sejalan dengan teori Continuing Bond dalam psikologi, yang menjelaskan bahwa hubungan dengan orang yang sudah meninggal tetap berlanjut melalui kenangan, doa, atau tindakan simbolis yang mengandung makna.

Rasa kehilangan dapat dihadapi tanpa perlu menghapus memori atau hubungan yang telah terbentuk selama hidup.

“Dengan begitu, kerinduan dapat tersalurkan dengan hangat tanpa perlu menolak atau terjebak terlalu lama dalam kesedihan,” tuturnya.

Berdamai dengan duka bukan berarti melupakan

Agata menerangkan, berdamai dengan kehilangan bukan berarti berhenti merasa rindu. 

Sebaliknya, berdamai adalah ketika seseorang sudah mampu menerima kenyataan bahwa rasa rindu itu akan selalu ada, tapi tidak lagi menyakitkan seperti dulu.

Orang yang sudah berdamai biasanya mampu menjalani hidup dengan tenang, sambil tetap membawa kenangan dan kasih sayang terhadap orangtuanya dalam hati.

Rasa rindu yang muncul pun tidak lagi membuat seseorang hancur, melainkan menjadi pengingat hangat atas cinta dan kebersamaan yang pernah ada.

Rasa rindu kepada orangtua yang telah meninggal adalah bagian alami dari perjalanan emosional manusia. 

Daripada menekan atau menghindari perasaan itu, psikolog menyarankan untuk menyalurkannya secara sehat dan bermakna.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.