Kebun Binatang Surabaya Sudah Ada Sejak 1916, Ini Cerita Lengkapnya...

Kebun Binatang Surabaya (KBS) menjadi salah satu ikon wisata kebanggaan Kota Pahlawan.
Dikenal sebagai salah satu kebun binatang tertua dan terlengkap di Asia Tenggara, tempat ini bukan hanya menjadi destinasi rekreasi keluarga, tetapi juga pusat pendidikan, konservasi, dan penelitian satwa.
Kebun Binatang Surabaya atau dahulu dikenal dengan nama Dierentuin (bahasa Belanda, berarti kebun binatang), berlokasi di Jalan Setail No.1, Darmo, Surabaya.
Dengan luas sekitar 15 hektar, KBS kini memiliki koleksi 351 spesies dengan jumlah satwa lebih dari 2.800 ekor, mulai dari mamalia, aves (burung), reptilia, hingga pisces (ikan).
Banyak di antaranya merupakan satwa langka Indonesia maupun dunia, seperti komodo, harimau Sumatera, orangutan, dan gajah Asia.
Didirikan oleh Jurnalis Belanda H.F.K. Kommer Tahun 1916
Dikutip dari Buku Jalan-jalan Surabaya, Enaknya ke Mana?, sejarah berdirinya Kebun Binatang Surabaya berawal dari inisiatif seorang jurnalis Belanda bernama H.F.K. Kommer.
Ia dikenal memiliki hobi mengumpulkan berbagai jenis hewan dan tanaman.
Atas jasanya, Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengeluarkan Surat Keputusan No. 40 pada 31 Agustus 1916 yang menjadi dasar pendirian kebun binatang dengan nama Soerabaiasche Planten en Dierentuin atau Kebun Botani dan Binatang Surabaya.
Secara finansial, Kommer mendapat dukungan dari beberapa dermawan kaya di Surabaya kala itu.
Lokasi awal kebun binatang ini berada di kawasan Kaliondo, namun pada 28 September 1917 dipindahkan ke Jalan Groedo.
Tiga tahun kemudian, pada 1920, lokasi KBS kembali dipindahkan ke kawasan Darmo, di atas lahan seluas 30.500 meter persegi yang disediakan oleh perusahaan kereta api Oost-Java Spoortram Maatschappij (OJS). Lokasi ini menjadi tempat permanen yang digunakan hingga sekarang.
Menghadapi Krisis dan Kebangkitan Kembali
Pengunjung melihat jerapah saat berwisata di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Surabaya, Jawa Timur, Senin (31/3/2025). Pengelola KBS mencatat jumlah pengunjung pada hari pertama Lebaran 2025 sebanyak 3.000 orang dan menargetkan 115.000 ribu pengunjung selama libur Lebaran 2025. ANTARA FOTO/Rizal Hanafi/foc.
Kebun Binatang Surabaya pertama kali dibuka untuk umum pada April 1918. Saat itu, pengunjung sudah dikenakan biaya karcis masuk.Namun, pada 1922, KBS sempat menghadapi krisis keuangan serius hingga terancam dibubarkan.
Untungnya, Pemerintah Kota Surabaya menolak rencana pembubaran tersebut. Dalam rapat yang digelar di Simpang Restaurant pada 11 Mei 1923, para anggota sepakat membentuk Perkumpulan Kebun Binatang Surabaya yang baru, dan menunjuk W.A. Hompes sebagai pengurus menggantikan J.P. Mooyman, salah satu pendiri KBS.
Bantuan besar datang dari Wali Kota Dijkerman pada 1927, yang kemudian berhasil meyakinkan DPR Kota Surabaya untuk membantu pengelolaan KBS.
Dengan SK DPR tanggal 3 Juli 1927, pemerintah membeli tanah seluas 32.000 meter persegi sebagai tambahan lahan untuk kebun binatang.
Perluasan ini terus berlanjut hingga tahun 1939, menjadikan total luas KBS mencapai 15 hektar. Pembangunan taman yang luasnya mencapai 85.000 meter persegi akhirnya rampung pada tahun 1940.
Dari Rekreasi ke Konservasi Satwa
Seiring berjalannya waktu, fungsi Kebun Binatang Surabaya berkembang pesat. Jika pada awalnya hanya menjadi tempat rekreasi masyarakat, kini KBS juga berperan sebagai sarana konservasi satwa, pendidikan, dan penelitian ilmiah.
Jumlah koleksi binatang terus bertambah setiap tahun, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tak heran, KBS dikenal luas sebagai salah satu kebun binatang dengan koleksi terlengkap di Asia Tenggara.
Lokasinya yang strategis, berdekatan dengan Terminal Joyoboyo, membuat akses menuju Kebun Binatang Surabaya sangat mudah.
Banyak angkutan kota atau lyn yang melintas di sekitar kawasan ini, menjadikannya destinasi wisata favorit bagi warga Surabaya maupun wisatawan dari luar kota.
Hingga kini, Kebun Binatang Surabaya terus berbenah untuk memberikan pengalaman wisata edukatif yang menyenangkan. Selain menjadi rumah bagi ribuan satwa, KBS juga menjadi simbol sejarah panjang kota ini dari masa kolonial hingga era modern.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.