Update Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny: 60 Orang Tewas

tim SAR, Menteri Agama Nasaruddin Umar, tragedi ponpes al khonizy, ponpes al akhoziny, korban tewas tragedi Ponpes Al Khoziny, Update Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny: 60 Orang Tewas

Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) terus bekerja intensif setelah terjadi tragedi Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Senin (29/9/2025).

Pada Senin (6/10/2025), mulai pukul 00.00 WIB hingga 18.15 WIB, tim menemukan 11 jenazah di bawah puing reruntuhan mushala Ponpes Al Khoziny.

Temuan itu menambah jumlah korban tewas tragedi Ponpes Al Khoziny menjadi 60 orang, menurut keterangan resmi Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, yang diterima Kompas.com pada Senin (6/10/2025).

Jumlah korban yang masih dalam pencarian kini diperkirakan tersisa tiga orang, berdasarkan daftar presensi pondok pesantren.

Selain jenazah utuh, Abdul mengatakan, tim SAR gabungan juga mengevakuasi lima bagian anggota tubuh yang seluruhnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk identifikasi.

Sementara itu, ia juga menyebutkan bahwa korban yang semula dirawat menjadi empat orang setelah diperbolehkan pulang, sedangkan 99 orang masih menjalani perawatan dan satu lainnya tidak memerlukan perawatan.

Hingga siaran pers ini diterbitkan, Abdul menegaskan, pencarian masih difokuskan di sektor A1 dan A2, di mana tumpukan beton runtuh menimpa bangunan lama.

“Proses pembersihan puing dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan kerusakan pada gedung di sekitarnya,” ujar Abdul dalam keterangan tertulisnya.

Tragedi Ponpes Al Khoziny harus jadi pelajaran penting

tim SAR, Menteri Agama Nasaruddin Umar, tragedi ponpes al khonizy, ponpes al akhoziny, korban tewas tragedi Ponpes Al Khoziny, Update Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny: 60 Orang Tewas

Menteri Agama Nasaruddin Umar meninjau langsung penanganan korban terdampak ambruknya bangunan di Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (30/9/2025)

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai tragedi Ponpes Al Khoziny ambruk sebagai pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang di tempat lain.

“Bagi kita ini suatu pelajaran. Kita akan mencoba mengeliminir jangan lagi ada peristiwa seperti ini yang terjadi di tempat lain,” ujar Nasaruddin saat meninjau lokasi di Sidoarjo, Selasa (30/9/2025).

Nasaruddin menegaskan, Kementerian Agama akan merumuskan kebijakan khusus terkait pembangunan pondok pesantren dan madrasah agar tetap mengindahkan aturan pemerintah di bidang konstruksi.

“Karena itu kami selaku Menteri Agama tentu juga akan menciptakan suatu ketentuan khusus bahwa pembangunan pondok pesantren dan madrasah dan apapun juga, sebaiknya kita mengindahkan peraturan yang berlaku sebagaimana yang ditetapkan pemerintah dalam bidang pembangunan,” katanya.

Ia menambahkan, Kemenag akan segera menggelar pertemuan dengan pihak terkait, terutama para ahli pembangunan, untuk menyusun panduan teknis yang menjadi acuan lembaga pendidikan agama saat mendirikan bangunan.

“Tekad kami jangan lagi ada peristiwa yang sama terjadi di masa yang akan datang. Sesegera mungkin (kami) akan mengadakan pertemuan dengan pihak terkait karena kami bukan ahli bangunan. Nanti kami akan bekerja sama dengan pihak terkait,” ujarnya.

Selain itu, Menag menekankan penanganan psikologis bagi santri dan keluarga terdampak sebagai prioritas awal.

“Barusan saya ketemu dengan Pak Kyai (pengasuh pesantren). Pendekatan pertama yang kita lakukan yaitu menstabilkan emosi. Bagaimana menciptakan kondisi agar kita semua bisa berpikir objektif dan positif. Sebab, kalau kita berada dalam suasana sangat genting, tidak bisa memberikan solusi terbaik,” tambah Nasaruddin.

Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin menyalurkan bantuan sebesar Rp 610 juta untuk mendukung pemulihan kondisi pesantren dan penanganan korban.

Masalah struktural dalam pembangunan ponpes

Tragedi ini juga menyoroti masalah struktural pembangunan pondok pesantren. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut bahwa dari total 42.433 ponpes di Indonesia, hanya 50 yang memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

“Di seluruh Indonesia Raya hanya 50 ponpes yang memiliki izin mendirikan bangunan, yang lain belum,” ujarnya, Minggu (5/10/2025).

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan tindakan tegas bagi ponpes tanpa PBG.

“Ke depan bersama-sama dengan semua kalangan, Kementerian PU, tentu juga dengan semua pemerintah di daerah berusaha agar menertibkan,” ujar AHY, Senin (6/10/2025).

“(Tujuannya) agar meyakinkan bahwa bangunan-bangunan infrastruktur baik itu sekolah, kemudian juga pondok pesantren, termasuk rumah-rumah sakit dan semua yang menjadi fasilitas publik ini memiliki kekuatan dan aman,” lanjutnya.

AHY juga menyampaikan duka mendalam atas peristiwa ponpes Al Khoziny ambruk dan menekankan pentingnya kepatuhan ketat terhadap standar konstruksi.

"Jangan sampai kita abai tidak mematuhi. SOP itu ada karena memang sudah menjadi hasil riset dan terbukti," ucapnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.