Menag Nasaruddin Umar Akan Panggil Seluruh Pimpinan Pesantren Usai Tragedi Ponpes Al Khoziny

— Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan akan memanggil seluruh pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Indonesia menyusul insiden ambruknya musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri.
Langkah ini, kata Nasaruddin, akan diawali dengan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pesantren di Tanah Air.
“Ya, kita mulai pendataan dulu. Pendataan dulu, baru setelah ada data lengkap, kita panggil pimpinan-pimpinan pondok,” ujar Nasaruddin seusai bertemu Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Jalan Widya Chandra IV No. 23, Jakarta Selatan, Selasa (7/10/2025).
Nasaruddin menambahkan, pihaknya juga akan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah daerah untuk memantau kondisi fisik bangunan dan sarana pesantren.
“Saya mulai nanti sekarang sudah mau jalan, ke Kalimantan, ke Sulawesi. Saya sendiri yang turun tangan, Insya Allah,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh bangunan pondok pesantren di Indonesia memenuhi standar kelayakan dan keselamatan santri.
“Iya, secara komprehensif. Kita sudah hubungi pemerintah setempat untuk membantu, karena mereka juga yang mengeluarkan izin dan mengawasi pembangunan,” ucapnya.
Audit Total Bangunan Pesantren
Langkah Kementerian Agama (Kemenag) tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta dilakukan audit total terhadap seluruh bangunan pesantren di Indonesia.
Audit ini dilakukan setelah tragedi robohnya musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, yang menewaskan lebih dari 60 santri dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.
Musala tersebut roboh pada Senin (29/9/2025), setelah tertimpa bangunan baru berlantai dua setengah yang berdiri tepat di atasnya. Saat kejadian, para santri sedang melaksanakan salat asar berjemaah.
Kemenag Siapkan Rapat Koordinasi dan Aturan Baru
Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Basnang Said, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menggelar rapat koordinasi nasional untuk membahas mekanisme perizinan pendirian pesantren, terutama terkait sarana dan prasarana (sarpras).
“Iya betul, akan ada rapat berkait izin pesantren. Utamanya, bagaimana dokumen sarpras bisa menjadi salah satu syarat pendirian pesantren,” kata Basnang, Selasa (7/10/2025).
Basnang menjelaskan, selama ini izin operasional pesantren lebih banyak menitikberatkan pada aspek kegiatan keagamaan dan kurikulum. Ke depan, Kemenag akan memperluas aspek penilaian agar mencakup kelayakan bangunan dan keselamatan santri.
Kemenag juga akan menggandeng Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta pemerintah daerah dalam proses audit dan pembinaan terhadap lembaga pendidikan berbasis pesantren.
Kemenag Tegaskan Komitmen Keselamatan Santri
Sementara itu, Kepala Biro Humas, Data, dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menegaskan bahwa kementeriannya akan mengikuti setiap kebijakan Presiden yang bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kemenag akan mengikuti setiap kebijakan Presiden yang ditujukan untuk kebaikan dan keselamatan masyarakat, terutama santri di pesantren,” ujar Thobib.
Ia menambahkan, langkah audit dan pembenahan infrastruktur pesantren diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan keagamaan di Indonesia.
Pemerintah Dorong Standar Keselamatan Pesantren
Tragedi di Ponpes Al Khoziny menjadi perhatian serius pemerintah, mengingat ribuan pesantren di Indonesia beroperasi dengan kondisi bangunan yang beragam.
Kemenag menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh pondok pesantren memenuhi standar bangunan layak dan aman bagi santri, agar kejadian serupa tidak terulang.
“Ini langkah penting agar pesantren di Indonesia tidak hanya kuat secara spiritual dan akademik, tetapi juga memiliki infrastruktur yang aman dan sesuai standar keselamatan,” kata Nasaruddin.
Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Buntut Ponpes Al Khoziny Ambruk, Menteri Agama Bakal Panggil Seluruh Pimpinan Pondok Pesantren
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.