Top 13+ Korban Banjir di Tapteng akan Dimakamkan Massal, Berikut Daftarnya

Tapanuli Tengah, banjir bandang, Sumatera Utara, 13 Korban Banjir di Tapteng akan Dimakamkan Massal, Berikut Daftarnya

Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang di Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel), kembali bertambah.

Hingga Rabu (26/11/2025), total ada 13 orang yang dinyatakan tewas akibat bencana tersebut.

Seluruh jenazah telah dievakuasi ke Puskesmas Batangtoru sejak Selasa (25/11/2025). Awalnya hanya ada enam jenazah yang ditampung, namun pada Rabu jumlahnya bertambah.

"Siang tadi bertambah tujuh lagi. Sekarang total pasien exit (meninggal dunia) bertambah menjadi 13 korban jiwa," ujar Kepala Puskesmas Batangtoru, Erlida Batubara, kepada Tribun Medan.

Korban berasal dari tiga desa terdampak, yakni Garoga, Huta Godang, dan Simanosor. Sebagian besar berasal dari Garoga dan Huta Godang, sementara satu korban lainnya diketahui merupakan warga Pandan, Tapanuli Tengah.

Berikut daftar nama 13 korban banjir bandang di Batangtoru:

  • Selvi, warga Garoga
  • Ros Siregar, warga Garoga
  • Iper Manalu, warga Huta Godang
  • Nurhafifah, warga Garoga
  • Raisyah Pasaribu, warga Simanosor
  • Rosnawati Marbun, warga Garoga
  • Budi Hutabarat, warga Garoga
  • Tetti Melinda, warga Garoga
  • Fahriza Hasibuan, warga Pandan
  • Mulia Hasibuan, warga Garoga
  • Husdan Lubis, warga Garoga
  • Tiomeli Manalu, warga Huta Godang
  • Mister X (belum teridentifikasi)

Delapan Jasad Belum Diambil, Pemakaman Massal Disiapkan

Dari total korban yang meninggal dunia, baru lima di antaranya yang telah dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara delapan jasad lainnya masih berada di ruang penyimpanan alat medis puskesmas.

Pantauan Tribun Medan menunjukkan kondisi jasad mulai membusuk. Beberapa tubuh korban tampak membiru dan mulai menggembung, sementara bau menyengat mulai tercium dari ruang penyimpanan.

Erlida menyampaikan pihak puskesmas sudah beberapa kali menghubungi keluarga korban.

"Ada beberapa yang mendengar, tapi ada keluarga juga yang belum mengambil jasad. Kami mohon segera diambil," ujarnya.

Karena kondisi jenazah semakin rusak, puskesmas menyiapkan opsi pemakaman massal.

"Ya, kami memang ada rencana akan menguburkan jasad ini satu liang, makam massal. Jangan salahkan kami jika sudah dimakamkan. Jadi mohon pihak keluarga segera menjemput," ucap Erlida.

Korban Lain di Tapanuli Tengah dan Sibolga

Selain di Batangtoru, musibah bencana juga menyebabkan korban jiwa di wilayah lain.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), empat orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, pada Selasa (25/11/2025). Mereka merupakan satu keluarga, terdiri dari ibu dan tiga anaknya:

  • Dewi Hutabarat (33)
  • Tio Arta Rouli Lumbantobing (7)
  • Vania Aurora Lumbantobing (4)
  • Ilona Lumbantobing (3)

Sementara itu, di Kota Sibolga, bencana longsor yang terjadi di lima titik pada hari yang sama juga menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan data Polda Sumut, ada lima orang meninggal dunia dan empat lainnya masih dinyatakan hilang diduga tertimbun material longsor.

Upaya pencarian dan penanganan korban masih terus dilakukan pihak berwenang di berbagai wilayah terdampak bencana.

Artikel ini tayang di Tribun-Medan.com dengan judul 13 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Batangtoru, Rencana Dimakamkan Massal

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang