Pihak Ponpes Al Khoziny Sebut Korban Meninggal Akan di Badalkan Umroh

Reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo
Reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo

 Pihak perwakilan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, M. Zainal Abidin angkat bicara usai peristiwa ambruknya bangunan musola di ponpes tersebut. Dalam keteranganya dirinya menyampaikan duka cita atas meninggalnya para santri dalam insiden tersebut.

”Pertama menyampaikan innillahi wa inna ilaihi rojiun, turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para kader istimewa, santri -santri kami, kami yakin bahwa mereka meninggal dunia dalam kondisi thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu),bersuci dalam keadaan solat. Kami berani bersumpah mereka khusnul khotimah,” kata dia seperti dikutip dari tayangan YouTube KompasTv, Rabu 8 Oktober 2025.

Tak hanya itu saja, dia juga menyampaikan permintaan maaf kepada pihak keluarga atas musibah yang terjadi pada anak-anak mereka. Selain kepada keluarga korban, Zainal Abidin yang mewakili ponpes Al Khoziny juga meminta maaf kepada masyarakat jika selama proses pencarian yang berlangsung hingga Selasa kemarin ada perkataan atau ucapan yang tidak mengenakkan hati masyarakat.

”Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya mewakili keluarga ndalem manakala kami belum bisa memberikan pelayanan kepada santri secara maksimal. Kami juga mohon maaf kepada semua masyarakat yang mungkin dalam perjalanan hari pertama sampai hari ini ada hal-hal yang kurang mengenakkan hati,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama juga, Zainal Abidin menyebut bahwa pihak pesantren juga memberikan support kepada korban terutama kepada korban yang meninggal dalam insiden tersebut. Dijelaskan Zainal Abidin bahwa korban yang meninggal dalam insiden tersebut akan dibadalkan unroh oleh alumni ponpes Al Khoziny yang berdomisili di Mekkah.

”Sekali lagi kami mohon maaf manakala perjalanan ini banyak hal yang kurang berkenan di hati masyarakat. Oleh karenanya kami juga memberikan hadiah support kepada korban khususnya yang meninggal dunia kami badalkan umroh karena banyak alumni-alumni yang berdomisili di Mekkah sehingga kita data orangnya dan kita umrohkan mereka. Sampai hari ini kita lakukan,” kata dia.

Di sisi lain terkait dengan proses kegiatan belajar mengajar. Saat ini proses belajar mengajar sementara dihentikan. Namun demikian pihak ponpes masih tetap menyediakan fasilitas ruangan untuk santri yang masih menetap di ponpes tersebut.

”Sementara masih kita liburkan untuk situasi dan kondisi yang ada. Nampaknya kita tunggu investiasi dulu kalau sudah ada rekomendasi untuk ditempati kita tempati. Kami sudah siapkan ruangan di sebelah timur itu ada halaman yang cukup luas mungkin kita buat tenda-tenda sementara bisa digunakan menginap para santri yang hari ini masih menetap hari ini, mengawal, membantu proses-proses yang sedang berlangsung,” kata dia.