Anindya Bakrie Ajak Atlet Akuatik Doakan Korban Bencana Saat Lepas Kontingen Terbesar ke SEA Games 2025
Ketua Umum PB Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, membuka prosesi pelepasan kontingen akuatik menuju SEA Games 2025 Thailand dengan pesan yang sarat empati. Sebelum membahas target dan kesiapan jelang keberangkatan, Anindya lebih dulu mengajak seluruh atlet, pelatih, dan undangan yang hadir untuk mendoakan masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah dilanda bencana.
Dalam sambutannya di Studio tVOne, The Convergence Indonesia, Jakarta, Sabtu 6 Desember 2025, Anindya menyampaikan bahwa kegembiraan menjelang keberangkatan tidak boleh membuat semua orang menutup mata terhadap kondisi saudara-saudara di Tanah Air yang sedang mengalami cobaan berat. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mengucapkan doa bersama agar para korban diberi kekuatan dan ketabahan.
“Marilah kita doakan agar sahabat-sahabat kita, saudara-saudara kita diberikan kekuatan, ketabahan untuk melewati cobaan,” ujar Anindya. Seruan tersebut menjadi pembuka yang kuat bahwa misi atlet Indonesia tidak hanya soal mengejar medali, tetapi juga membawa nilai kemanusiaan dan solidaritas sebagai bangsa.
Usai menyampaikan pesan empati itu, acara dilanjutkan dengan pengumuman kontingen akuatik Indonesia yang tahun ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah. Wakil Ketua Umum Bidang Pembinaan Prestasi PB Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana, menjelaskan bahwa total terdapat 68 atlet dan 32 ofisial yang akan diberangkatkan ke Bangkok.
Akuatik Indonesia Kirim Kontingen SEA Games Terbesar Sepanjang Sejarah
Wisnu merinci bahwa kontingen akuatik terdiri dari 22 atlet renang, 28 atlet polo air putra dan putri, empat atlet renang perairan terbuka, empat atlet loncat indah, serta 10 atlet renang artistik.
“Kali ini kita mengirimkan tim terbesar dalam sejarah yaitu 68 atlet dan 32 ofisial dari 5 disiplin,” kata Wisnu. Ia berharap formasi besar ini dapat menghasilkan prestasi besar pula.
Menurut Wisnu, jadwal keberangkatan akan dilakukan secara bertahap. Tim renang dan renang artistik berangkat lebih dulu pada Senin 8 Desember, disusul tim polo air dan perairan terbuka pada 13 Desember, serta tim loncat indah dua hari setelahnya. Seluruh tim membawa misi mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi dari edisi sebelumnya.
Dukungan juga diberikan oleh Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk SEA Games 2025, Bayu Priawan Djokosoetono. Ia optimistis akuatik akan menjadi penyumbang medali emas berkat disiplin latihan para atlet.
“Kami lihat semangatnya, latihannya sangat disiplin, kami dari tim CdM yakin emas pasti di tangan,” ujarnya.
Sementara itu, Anindya menegaskan bahwa target prestasi tahun ini harus melampaui capaian SEA Games 2023 Kamboja. Saat itu Indonesia meraih total 11 medali dari cabang akuatik, termasuk tiga emas. Ia juga mengingatkan adanya peningkatan bonus medali dari pemerintah, yang kini mencapai Rp1 miliar untuk peraih emas.
Namun demikian, Anindya menggarisbawahi bahwa kesiapan mental adalah faktor yang paling menentukan. Ia meminta para atlet menjaga fokus, menjunjung tinggi sportivitas, dan membawa nama baik Indonesia di panggung Asia Tenggara. Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, turut memastikan bahwa pihaknya akan mengawal penuh kebutuhan kontingen selama di Bangkok.
Dengan total 68 atlet dan pertandingan yang mulai bergulir pada 10 Desember 2025, cabang akuatik menjadi salah satu tumpuan besar kontingen Indonesia. SEA Games tahun ini sendiri menjadi yang terbesar secara keseluruhan, dengan 1.021 atlet dikirim untuk bertanding di berbagai cabang olahraga.