Jejak Pembangunan Ponpes Al Khoziny Sebelum Ambruk, dari Halaman Kosong Jadi Gedung 4 Lantai
Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami pembangunan masif sejak 2015.
Perubahan itu terlihat jelas dari citra satelit Google Earth yang menampilkan bertambahnya gedung di dalam kompleks dari tahun ke tahun.
Namun, salah satu bangunan di tengah kompleks yang digunakan sebagai mushala tiga lantai ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, bertepatan saat santri tengah menunaikan salat asar.
Potret Perkembangan Pembangunan Ponpes dari Google Earth
Awalnya, Ponpes Al Khoziny hanya memiliki dua bangunan utama di sisi Jalan KHR Abbas, masing-masing setinggi tiga dan empat lantai dengan warna dominan hijau.
Citra pada November 2015 menunjukkan halaman pondok masih terbuka, dipenuhi paving, tanpa bangunan tambahan.
Namun, pada 2017, mulai tampak rangka besi yang menutupi sebagian halaman.
Tahun 2019, rangka besi berubah menjadi tiang-tiang bangunan dengan atap cor.
Pada Januari 2021, halaman ponpes yang dulunya lapang berubah menjadi bangunan dua lantai. Jumlah lantai bertambah menjadi tiga pada 2022 dan bertahan hingga 2024.
Bangunan baru itu menjorok ke jalan permukiman, ditopang tiang-tiang kecil di tiap lantai yang tampak tidak sejajar.
Bahkan, teras lantai tiga terlihat lebih panjang dibandingkan lantai dua, menimbulkan sorotan dari masyarakat.
Potret Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur dari tahun ke tahun.
Bangunan Nomor 4 yang Ambruk
Bangunan di tengah kompleks atau yang disebut bangunan nomor 4 mulai terlihat pada citra Juni 2024. Setahun berikutnya, Juli 2025, atap bangunan sudah terlihat dicor.
Sayangnya, pada Senin (29/9/2025), bangunan empat lapis tersebut roboh total.
Lokasinya berada di kawasan asrama putra, berdampingan dengan gedung lima lantai berwarna hijau di sisi selatan kompleks.
Dugaan Penyebab Ponpes Al Khoziny Ambruk
Pakar Teknik Sipil ITS Surabaya, Muji Himawan, menyebut bangunan mushala ambruk karena kegagalan konstruksi.
Struktur balok, beton, dan plat bangunan runtuh bersamaan, membuat proses evakuasi korban sangat sulit.
“Ini ada empat lapis yang ambruk. Collapse ini menyusahkan teman-teman Basarnas untuk mengakses lokasi,” kata Muji.
Ia menambahkan, sebagian struktur bangunan mushala menempel dengan gedung di sebelahnya sehingga proses pemotongan material harus dilakukan hati-hati.
Potongan struktur maksimal hanya boleh berbobot satu ton agar tidak menarik bangunan lain ikut runtuh.
Potret Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur dari tahun ke tahun.
Data Korban Ponpes Al Khoziny hingga Sabtu
Dikutip dari Surya Malang, badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Sabtu (4/10/2025) pukul 12.40 WIB, korban akibat ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny mencapai 167 orang, dengan rincian:
- 104 korban selamat, dua korban sudah pulang ke rumah.
- 17 korban meninggal dunia, tapi baru 5 korban yang teridentifikasi
- sekitar 46 korban belum ditemukan
Proses evakuasi terus dilakukan dengan bantuan alat berat, tim SAR gabungan, serta tenaga medis.
Potret pembangunan Ponpes Al Khoziny dari 2015 hingga 2025 memperlihatkan perubahan besar, terutama munculnya bangunan baru di halaman pondok.
Namun, lemahnya struktur konstruksi ditengarai menjadi penyebab robohnya bangunan musala Ponpes Al Khoziny sehingga menelan banyak korban.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .