Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Suku Bunga Australia Jadi Sorotan

Bursa Asia
Bursa Asia

RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tunai tetap pada leve 3,6 persen. Alasannya inflasi negara Kangguru masih relatif tinggi sehingga membatasi ruang gerak bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter

“Pertemuan kebijakan Bank Sentral Australia pada hari Selasa merupakan peristiwa penting di kawasan Asia-Pasifik,” ujar Kepala Strategi Valuta Asing di Convera, Shier Lee Lim, yang dikutip dari CNBC Internasional.

Ilustrasi berinvestasi.

Ilustrasi berinvestasi.

Ia menambahkan, setiap perubahan dalam sikap atau arah kebijakan ke depan bisa memengaruhi pergerakan dolar Australia (AUD). Hal ini penting terutama setelah data izin pembangunan sempat berfluktuasi tajam di mana pada Juli 2025 turun 8,2 persen, tetapi untuk Agustus diperkirakan naik 2,8 persen.

Ilustrasi realisasi investasi pembangunan.

Ilustrasi realisasi investasi pembangunan.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik tipis sebesar 0,1 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong berada pada level 26.735 atau lebih tinggi dibandingkan penutupan terakhir di posisi 26.622,88

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melemah 0,17 persen. Begitu juga indeks Topix turun 0,21 persen 

Di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,27 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil juga mencatat lonjakan sebesar 0,18 persen. 

Di Wall Street, tiga indeks utama ditutup hijau. IndeksbS&P 500 naik 0,26 persen menjadi 6.661,21 seiring rebound bursa setelah penurunan emiten kecerdasan buatan selama seminggu.

Nasdaq Composite melambung 0,48 persen ke level 22.591,15. Indeks Dow Jones Industrial Average  naik 68,78 poin atau 0,15 persen ke area 46.316,07.