Hujan Lebat Picu Pergeseran Tanah di Sumedang, Tiga Rumah Rusak Parah

Sumedang, pergeseran tanah, Bogor, Hujan Lebat Picu Pergeseran Tanah di Sumedang, Tiga Rumah Rusak Parah

Tiga rumah dilaporkan rusak parah akibat pergeseran tanah yang terjadi di Tomo, Kabupaten Sumedang pada Selasa (3/2/2026). 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat mencatat tiga rumah warga mengalami rusak berat akibat pergeseran tanah yang terjadi di Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo.

"Ketiga rumah terdampak bencana yang mengalami rusak berat masing-masing dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total enam jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumedang, Bambang Rianto di Sumedang, Selasa, dilansir dari Antara.

Bambang menjelaskan, pergeseran tanah tersebut terjadi di Desa Karyamukti akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah tersebut.

"Pergeseran tanah awalnya terjadi pada Senin sekitar pukul 05.00 WIB dan semakin parah dengan panjang pergerakan mencapai 15 meter dan ketinggian sekitar 10 meter,” katanya.

Lebih tepatnya Bambang merinci, lokasi pergeseran tanah berada di sekitar aliran Sungai Cipeles dengan jarak kurang lebih 40 meter dari titik kejadian.

Titik lokasi yang berada di sekitar aliran sungai itulah yang membuat dampak pergeseran tanah menjadi parah, akibat tingginya debit air sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Rumah rusak parah

Bambang mengungkap, tanah yang labil membuat sebagian bangunan tidak mampu menahan pergerakan tanah yang terjadi secara tiba-tiba.

BPBD Kabupaten Sumedang telah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dampak bencana serta memastikan kondisi warga terdampak, juga untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan tanah susulan.

“Kondisi tanah di lokasi kejadian hingga saat ini masih bergerak sehingga warga perlu meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

BPBD memperingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana agar tetap waspada, khususnya saat curah hujan tinggi seperti beberapa waktu terakhir.

BPBD juga mengimbau agar warga segera melaporkan kepada aparat setempat jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah maupun potensi bencana lainnya guna meminimalkan dampak bencana dan mencegah terjadinya korban jiwa.

Pergeseran tanah di Bogor

Cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi memang bisa memicu pergeseran tanah di beberapa wilayah.

Dilansir dari (29/1/2026), pergeseran tanah juga merusak 15 rumah warga di Kampung Nanggerang, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (29/1/2026).

Dalam bencana itu, sebanyak 51 warga dari 15 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani menjelaskan, pergeseran tanah dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak malam sebelumnya.

"Hujan deras menyebabkan tanah bergerak dan berdampak pada rumah warga. Saat ini pergerakan tanah masih berlangsung," ungkap Adam.

Dia melaporkan, tiga rumah mengalami rusak berat, lima rumah rusak sedang, dan tujuh rumah rusak ringan.

Selain itu, sepuluh rumah lainnya dalam kondisi terancam, yang dihuni oleh sepuluh keluarga dengan total 48 jiwa.

Rumah-rumah tersebut rata-rata mengalami keretakan pada lantai, dinding, dan jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang