BMKG Peringatkan Munculnya Bibit Siklon 93W yang Picu Lonjakan Curah Hujan Sepekan ke Depan
Bibit Siklon Tropis 93W yang terdeteksi di timur Filipina diperkirakan memicu peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.
BMKG menyampaikan potensi hujan lebat dapat terjadi secara meluas sehingga kewaspadaan publik perlu ditingkatkan.
Masyarakat diminta tetap tenang dan menjalankan langkah mitigasi secara proporsional dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Peringatan ini disampaikan sebagai upaya antisipasi keselamatan di tengah dinamika atmosfer yang terus berkembang.
Fenomena Atmosfer yang Picu Peningkatan Curah Hujan
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bahwa Gelombang Rossby Ekuator, Gelombang Kelvin, dan Madden-Julian Oscillation (MJO) tengah aktif serta memperkuat pembentukan awan hujan di banyak wilayah.
Di saat bersamaan, Bibit Siklon Tropis 93W ikut memberi efek tidak langsung terhadap meningkatnya hujan di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Potensi Lonjakan Curah Hujan 5–11 Desember 2025
Berikut daerah yang berpotensi mengalami lonjakan curah hujan menurut prediksi BMKG:
5–7 Desember 2025
Hujan lebat dominan berpotensi terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
8–11 Desember 2025
Hujan lebat diperkirakan bergeser ke Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan.
Angin kencang berpotensi meningkat di Maluku Utara dan Sulawesi Utara.
BMKG: Waspada Tanpa Panik
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan lonjakan curah hujan tidak perlu menimbulkan kepanikan apabila mitigasi dilakukan dengan tepat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik. Pastikan saluran air berfungsi baik, jaga kebersihan lingkungan, dan pantau pembaruan cuaca melalui InfoBMKG sebelum beraktivitas,” kata Faisal dalam keterangan resmi yang diterima Kompas TV, Kamis (4/12/2025).
BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan publik menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem.
Direktur Meteorologi Publik Andri Ramdhani mengingatkan pentingnya menerapkan langkah dasar keselamatan.
“Sikap waspada tanpa panik sangat membantu,” ujar Andri.
Ia menekankan agar masyarakat menjauh dari area rawan saat hujan seperti bawah pohon atau bangunan rapuh, berhati-hati saat berkendara, serta memastikan saluran air tetap lancar untuk menghindari banjir.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang