BPBD: Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di 8 Kabupaten/Kota Banten
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memperkuat upaya penanganan dan pemantauan bencana hidrometeorologi yang masih berlangsung hingga Senin (12/1/2026).
Intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah wilayah memicu banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem berupa angin kencang, sehingga berdampak luas terhadap masyarakat di delapan kabupaten dan kota.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Senin, bencana hidrometeorologi di Banten berdampak pada sedikitnya 747 kepala keluarga dengan lebih dari 2.370 jiwa terdampak langsung.
Data tersebut masih bersifat dinamis dan terus diperbarui seiring perkembangan kondisi cuaca dan laporan lapangan.
Bagaimana kondisi terkini bencana hidrometeorologi di Banten?
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan bahwa hujan berintensitas tinggi masih terjadi dan memicu berbagai kejadian bencana di sejumlah wilayah.
Seluruh laporan kejadian dihimpun melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Banten.
“Itu akan masih terus update dan akan berakhir sampai ritme hujan yang lebat ini berhenti,” kata Lutfi di Kota Serang, Senin (12/1/2026) dikutip dari Antara.
Menurutnya, bencana hidrometeorologi tercatat terjadi di Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kota Cilegon.
Bencana apa yang paling banyak terjadi?
Kondisi halaman RSUD Kota Serang banjir diduga karena luapan sungai disekitar rumah sakit. Senin (12/1/2026).
BPBD Banten mencatat banjir sebagai kejadian yang paling mendominasi. Banjir merendam permukiman warga, jalan utama, jembatan penghubung antarwilayah, fasilitas umum, hingga pondok pesantren. Kondisi tersebut menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat dan akses transportasi.
Ketinggian air bervariasi di setiap lokasi. Di sejumlah kawasan permukiman Kabupaten Serang, genangan air tercatat sekitar 5 sentimeter.
Sementara itu, ketinggian air tertinggi mencapai sekitar 105 sentimeter di Kecamatan Curug, Kota Serang. Di titik lain, genangan berada pada kisaran 20 hingga 80 sentimeter.
“Menurut BMKG Senin sama Selasa (13/1/2026) hujan masih tinggi juga,” ujar Lutfi.
Ia menegaskan kondisi tersebut menuntut kewaspadaan tinggi karena potensi bencana susulan masih terbuka, terutama jika hujan deras kembali terjadi dalam durasi yang panjang.
Wilayah mana saja yang terdampak paling luas?
Secara rinci, wilayah terdampak di Kabupaten Lebak meliputi Kecamatan Malingping, Panggarangan, Rangkasbitung, Banjarsari, Cikulur, dan Wanasalam.
Di Kota Serang, banjir dan genangan terjadi di Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, dan Walantaka.
Kabupaten Serang terdampak di Kecamatan Padarincang, Cinangka, dan Gunungsari. Sementara di Kabupaten Pandeglang, banjir tercatat di Kecamatan Pabuaran, Baros, Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, dan Pagelaran.
Wilayah Kota Tangerang terdampak meliputi Kecamatan Benda, Neglasari, Periuk, Jatiuwung, dan Cibodas.
Di Kota Tangerang Selatan, kejadian hidrometeorologi tercatat di Kecamatan Serpong. Kabupaten Tangerang terdampak di Kecamatan Mauk, Pakuhaji, Kosambi, Pasar Kemis, Sukamulya, dan Teluknaga, sedangkan di Kota Cilegon berada di Kecamatan Cibeber dan Merak.
Langkah apa yang dilakukan BPBD Banten?
BPBD Provinsi Banten telah mengerahkan personel ke titik-titik terdampak untuk melakukan penanganan darurat.
Selain itu, monitoring intensif terhadap debit air sungai terus dilakukan guna mengantisipasi potensi meluapnya aliran sungai.
BPBD juga berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota untuk memastikan respons cepat di lapangan, termasuk pengamanan warga, evakuasi jika diperlukan, serta pemetaan kebutuhan darurat seperti logistik dan tempat pengungsian.
BPBD Banten mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang tinggal di wilayah rawan banjir dan tanah longsor.
Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat atau petugas terkait apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang