Siklon Ragasa Ancam Wilayah Indonesia, BMKG Warning Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Ragasa yang kini berkembang semakin kuat di Laut Filipina.
Selain itu, dua bibit siklon tropis lain, yaitu 92W dan 98B, juga tengah dipantau.
Meski ketiganya belum berdampak langsung pada daratan Indonesia, efek tidak langsung berupa hujan lebat hingga gelombang tinggi diprediksi akan terasa di beberapa wilayah dalam 24 jam ke depan.
Siklon Tropis Ragasa: kekuatan setara angin 185 km/jam
BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mencatat, Siklon Tropis Ragasa terbentuk dari bibit 90W dan kini berada di Laut Filipina, sekitar 1.720 km sebelah utara Tahuna.
- Koordinat: 18,9°LU dan 125,4°BT
- Kecepatan angin maksimum: 100 knot (185 km/jam)
- Tekanan udara minimum: 925 hPa
BMKG memprediksi dalam 24 jam, intensitas Ragasa akan terus meningkat dan bahkan berpotensi mencapai kategori siklon tropis level 5, salah satu kategori terkuat.
Dua bibit siklon lain ikut terpantau
Selain Ragasa, ada dua bibit siklon tropis lain yang dipantau:
1. Bibit 92W
- Terbentuk 20 September 2025 di Samudra Pasifik Barat, timur laut Papua.
- Kecepatan angin maksimum 37 km/jam, tekanan minimum 1013 hPa.
- Potensi berkembang jadi siklon tropis masih rendah (24–72 jam).
2. Bibit 98B
- Terpantau di Teluk Benggala.
- Kecepatan angin maksimum 28 km/jam, tekanan minimum 1006 hPa.
- Potensi berkembang juga rendah dalam 72 jam ke depan.
Dampak ke Indonesia: hujan lebat dan gelombang tinggi
BMKG menegaskan, meski pusat siklon jauh dari wilayah Indonesia, efek tidak langsungnya bisa terasa mulai 21–22 September 2025.
Berikut daerah yang perlu waspada:
Dampak Siklon Tropis Ragasa
Hujan sedang hingga lebat:
- Kalimantan Utara
- Kalimantan Timur
- Kalimantan Barat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi keberadaan Siklon Tropis Ragasa di sekitar wilayah Indonesia.
Gelombang laut tinggi (1,25–2,5 meter):- Perairan Kepulauan Sangihe – Talaud
Dampak Bibit 92W
- Belum memberikan pengaruh terhadap cuaca ekstrem maupun gelombang tinggi.
Dampak Bibit 98B
Gelombang laut tinggi (1,25–2,5 meter):
- Samudra Hindia barat Aceh
- Selat Malaka bagian utara
Kenapa warga harus waspada?
Fenomena siklon tropis seperti Ragasa bisa memicu hujan ekstrem, angin kencang, dan gelombang tinggi, meski pusat badai berada jauh di luar wilayah Indonesia.
Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama transportasi laut dan nelayan tradisional.
BMKG mengimbau masyarakat terus memantau update prakiraan cuaca dan tidak mengabaikan peringatan dini, khususnya bagi daerah pesisir yang rawan terdampak gelombang tinggi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul Siklon Tropis Ragasa dan Bibit 92W, 98B Terpantau, BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.