Bursa Asia Bervariasi saat Investor Tunggu Hasil Negosiasi Dagang AS-Tiongkok

Ilustrasi investasi properti di Singapura
Ilustrasi investasi properti di Singapura

Pertemuan kedua negara dikabarkan akan berlangsung di Stockholm hari ini, Senin, 28 Juli 2025. Diskusi akan dipimpin langsung oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng. 

Dikutip dari CNBC Internasional, Bessent mengatakan adanya perpanjangan gencatan senjata perdagangan selama negosiasi. Ia menambahkan, cakupan akan lebih luas, mencakup pembelian minyak Beijing dari Rusia dan Iran.

Tiongkok menyusul pengumuman Presiden Donald Trump yang mendeklarasikan AS telah mencapai kesepakatan dengan Uni Eropa pada Minggu, 27 Juli 2025. Trump mengancam tarif impor 30 persen pada sebagian besar barang impor dari mitra dagang terbesar AS.

Ilustrasi kegiatan ekspor-impor di kawasan Asia

Ilustrasi kegiatan ekspor-impor di kawasan Asia

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, merosot 0,85 persen. Sementara indeks Topix menyusut 0,44 persen. 

Di Korea Selatan,  indeks Kospi menguat tipis sebesar 0,15 persen. Sementara indeks Kosdaq yang terdiri dari saham saham berkapitalisasi kecil dibuka datar.

Indeks S&P/ASX 200 terpantai melonjak 0,2 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong turut menunjukkan penguatan menjadi 25.396 dari sebelumnya di level 25.388,35.

Ketiga acuan Wall Street parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan Jumat, 25 Juli 2025. Indeks S&P 500 melonjak 0,40 persen ke area 6.388,64.

Nasdaq Composite ditutup menguat 0,24 persen ke level 21.108,32. Indeks Dow Jones Industrial Average mencatat kenaikan sebanyam 208,01 poin atau 0,47 persen ke posisi 44.901,92.