Bursa Asia Pasifik Bervariasi, Investor 'Tak Terkesan' iPhone 17 Series

Ilustrasi saham Asia merosot.
Ilustrasi saham Asia merosot.

 Bursa Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis, 11 September 2025.

Fluktuasi indeks menyusul reli di Wall Street yang ditopang harapan pasar terhadap penurunan suku bunga oleh The Fed serta menanti data inflasi yang positif.

Data inflasi konsumen utama pada Agustus 2025 rencananya akan dirilis pafa Kamis waktu Amerika Serikat (AS).

Pada sesi perdagangan Rabu, 10 September, sebagian besar indeks cuan utama AS naik hingga mencapai rekor penutupan tertinggi baru (all high time) setelah data indeks harga produsen terbaru menunjukkan inflasi mereda.

Dikutip dari CNBC Internasional, indeks Nikkei 225 menguat 0,23 persen. Sementara itu, indeks Topix melemah 0,18 persen.

Indeks Kospi Korea Selatan mencatat lonjakan sebesar 0,67 persen. Indeks Kosdaq yang terdiri dari saham-saham berkapitalisasi kecil meningkat 0,2 persen.

Ilustrasi Inflasi

Ilustrasi Inflasi

Di Australia, ASX/S&P 200 melemah 0,29 persen. Indeks Hang Seng Hong Kong ikut terkoreksi dari 26.200,26 menjadi 25.994.

Di Wall Street, Indeks S&P 500 melesat 0,3 persen ke level 6.532,04. Indeks sempat naik sekitar 0,7 persen hingga menembus area 6.555,97 yang merupakan titik rekor tertinggi intraday baru.

Nasdaq Composite mencatat kenaikan 0,03 persen menjadi 21.886,06. Indeks yang sarat saham perusahaan teknologi juga berhasil mencapai rekor tertinggi sebelum mengalami jelang penutupan bursa.

Indeks Dow Jones Industrial Average menjadi anomali karena melemah 220,42 poin atau 0,48 persen ke level 45.490,92.

Koreksi terbebani penurunan saham Apple lantaran laporan peluncuran iPhone 17 series gagal membuat investor 'terkesan'.