Kelompok Ini Paling Rentan Dengan Komplikasi Flu, Jangan Anggap Sepele Gejalanya!

Ilustrasi flu, ingusan, bersin
Ilustrasi flu, ingusan, bersin

Influenza masih menjadi salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang umum terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini kerap muncul dengan gejala yang serupa dengan infeksi virus lainnya, sehingga sering kali tidak langsung dianggap serius oleh sebagian masyarakat. 

Namun, dalam kondisi tertentu, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat, terutama pada kelompok dengan risiko tinggi. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2025 mencatat sekitar 1 miliar kasus influenza terjadi setiap tahun di seluruh dunia dengan sekitar 3 hingga 5 juta kasus tergolong berat. Kondisi ini menunjukkan bahwa influenza masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat secara global. 

WHO juga mencatat angka kematian terkait gangguan pernapasan akibat influenza mencapai sekitar 290.000 hingga 650.000 kasus setiap tahunnya. Di Indonesia, upaya penguatan pencegahan influenza terus dilakukan melalui peningkatan akses layanan kesehatan dan ketersediaan vaksin. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menyampaikan bahwa proses evaluasi terhadap produk vaksin dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan, mutu, dan khasiat. Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar menegaskan bahwa proses registrasi dilakukan secara berbasis sains.

“BPOM mendukung percepatan akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang dibutuhkan, termasuk vaksin, melalui proses registrasi yang transparan, akuntabel, dan berbasis sains,” kata Prof Taruna, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Rabu, 15 April 2026.

Secara medis, influenza ditularkan melalui percikan droplet saat seseorang batuk atau bersin, serta melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi virus. Gejala yang muncul umumnya meliputi demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, dan rasa lelah. Gejala tersebut dapat muncul secara tiba-tiba dan bervariasi tingkat keparahannya.

Kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis. Pada kelompok tersebut, infeksi influenza dapat berkembang lebih cepat menjadi kondisi yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Sementara pada individu sehat, influenza umumnya dapat sembuh dengan istirahat dan perawatan suportif.

Penanganan influenza biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien. Pada kasus ringan hingga sedang, terapi suportif menjadi pendekatan utama untuk meredakan gejala. Pada kasus tertentu yang lebih berat, penggunaan antivirus dapat dipertimbangkan untuk membantu mempercepat pemulihan serta menurunkan risiko komplikasi.

Secara ilmiah, virus influenza terbagi menjadi empat tipe, yaitu A, B, C, dan D. Tipe A dan B diketahui sebagai penyebab utama influenza musiman pada manusia. Tipe A memiliki potensi penyebaran yang lebih luas, sementara tipe B umumnya menyebabkan proporsi kasus yang lebih kecil.

Pencegahan melalui vaksinasi tahunan menjadi salah satu langkah yang direkomendasikan karena virus influenza dapat mengalami mutasi dari waktu ke waktu. Pendekatan ini dilakukan untuk menyesuaikan perlindungan dengan strain virus yang beredar di masyarakat.

Terkait pengembangan vaksin, Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica Prof. Raymond Tjandrawinata menjelaskan peran vaksinasi dalam menurunkan risiko komplikasi.

“Influenza seringkali dianggap ringan, namun dampaknya dapat signifikan, terutama bagi lansia, anak-anak, serta individu dengan penyakit kronis. Dengan vaksinasi yang tepat, kita dapat menurunkan angka kejadian, komplikasi, hingga beban sistem kesehatan secara keseluruhan,” ujarnya. 

”Terlebih menurut data WHO angka kematian terkait gangguan pernapasan mencapai sekitar 290.000 hingga 650.000 kasus setiap tahunnya. Karenanya, kehadiran Skycellflu Quadrivalent diharapkan dapat memperluas akses terhadap vaksin influenza dengan standar kualitas global,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Skycellflu Quadrivalent sendiri merupakan vaksin influenza yang telah memperoleh izin edar dari BPOM RI dan dirancang untuk melindungi terhadap empat strain virus influenza, terdiri dari dua strain influenza A (H1N1 dan H3N2) serta dua strain influenza B. Vaksin ini disusun berdasarkan rekomendasi WHO terbaru untuk memperluas cakupan perlindungan terhadap influenza musiman.

Melihat karakteristik virus yang terus berubah dan potensi komplikasi yang dapat terjadi pada kelompok rentan, influenza masih menjadi salah satu penyakit yang memerlukan perhatian dalam upaya pencegahan dan pengendalian di masyarakat.