Dari Dadan hingga Nanik, Jejak BGN Mengawal MBG: Pimpinan Baru Janji Transparan dan Lebih Hati-Hati
Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru setelah Presiden Prabowo Subianto merombak jajaran pimpinan lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergantian kepemimpinan ini menandai perjalanan penting BGN sejak pertama kali berdiri pada Agustus 2024 hingga memasuki fase evaluasi dan penguatan tata kelola pada pertengahan 2026.
BGN resmi dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 pada 15 Agustus 2024. Lembaga ini dibentuk untuk mengemban tugas pemenuhan gizi nasional, termasuk menjalankan program prioritas pemerintah berupa Makan Bergizi Gratis.
Beberapa hari setelah lembaga tersebut berdiri, tepatnya pada 19 Agustus 2024, Dadan Hindayana dilantik sebagai Kepala BGN pertama. Saat itu, Dadan memulai kepemimpinannya dari kondisi yang sangat sederhana. Ia bahkan sempat menjadi satu-satunya pegawai di lembaga tersebut sebelum BGN berkembang dan merekrut ratusan personel untuk mendukung operasional program.
Perluasan Program dan Penguatan Infrastruktur
Memasuki tahun 2026, BGN terus memperluas cakupan programnya. Pada periode Januari hingga Mei 2026, lembaga tersebut menyiapkan pembangunan kantor regional di 38 provinsi serta merancang perluasan implementasi program hingga ke Sekolah Indonesia di Jeddah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan MBG yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok sasaran yang telah ditetapkan pemerintah.
Namun di tengah proses pengembangan program, BGN menghadapi berbagai tantangan yang kemudian memicu evaluasi terhadap kinerja organisasi dan tata kelola internal.
Dadan dan Wakil Kepala Dicopot
Perubahan besar terjadi pada awal Juni 2026. Pada 2 Juni 2026, Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana bersama dua Wakil Kepala BGN.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program, termasuk pengawasan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengendalian kualitas makanan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG.
Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dan tidak mengalami gangguan pelayanan kepada masyarakat.
Nanik S Deyang Resmi Pimpin BGN
Sehari setelah pergantian pimpinan, Presiden Prabowo resmi menunjuk dan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.
Pelantikan yang berlangsung di Istana Kepresidenan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala serta Wakil Kepala BGN.
Dalam menjalankan tugasnya, Nanik didampingi oleh dua Wakil Kepala BGN yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
Kehadiran ketiganya menjadi simbol dimulainya fase baru BGN yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola, pengawasan anggaran, serta peningkatan kualitas pelaksanaan program MBG.
Janji Transparan Kelola Anggaran MBG
Dalam pernyataan pertamanya usai dilantik, Nanik menegaskan komitmennya untuk menjalankan BGN secara transparan dan penuh kehati-hatian, terutama dalam pengelolaan anggaran operasional program Makan Bergizi Gratis yang selama ini menjadi perhatian publik.
Nanik mengaku tidak akan mengambil keputusan terkait pengeluaran keuangan secara sepihak. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penggunaan anggaran akan melalui pengawasan yang ketat.
Menurutnya, peran Agustina Arumsari yang memiliki pengalaman sebagai mantan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
"Di sini saya ditemani Ibu Arumsari yang sehari-hari akan memelototi saya dalam hal keuangan dengan teliti, dengan benar. Saya tidak akan mengambil keputusan apapun berkait pengeluaran duit bila Bu Sari tidak oke," kata Nanik di Istana Kepresidenan, Senin, 8 Juni 2026.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kepemimpinan baru BGN akan mengedepankan prinsip pengawasan berlapis dalam setiap kebijakan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran program MBG.
Peran Wakil Kepala BGN di Daerah 3T
Selain pengawasan keuangan, Nanik juga menyoroti pentingnya penguatan operasional di lapangan. Untuk tugas tersebut, ia akan dibantu oleh Wakil Kepala BGN Mayjen TNI Trenggono.
Trenggono akan berperan dalam mendukung pengembangan infrastruktur pelayanan gizi, termasuk pembangunan dapur-dapur komunal di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menurut Nanik, keberadaan dapur MBG di wilayah yang sulit dijangkau menjadi salah satu prioritas agar manfaat program dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.
Ia menilai pembangunan fasilitas pelayanan gizi di kawasan yang belum sepenuhnya terjangkau infrastruktur menjadi tantangan yang membutuhkan pengawasan dan koordinasi khusus.
"Di samping saya ada Pak Trenggono yang dia juga akan melindungi saya ikut nanti menggarap dapur-dapur di 3T dan juga kawasan-kawasan yang belum teritorial, belum terbangun," ujarnya.
Fokus Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola
Seiring pergantian pimpinan, BGN juga mulai memasuki fase evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Salah satu langkah yang dilakukan adalah peninjauan kembali pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Kepemimpinan baru juga menaruh perhatian pada efisiensi anggaran, peningkatan kualitas makanan, penguatan sumber daya manusia, serta perluasan layanan ke wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau secara optimal.
Dengan susunan pimpinan baru yang terdiri dari Nanik S Deyang, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono, perjalanan Badan Gizi Nasional kini memasuki fase baru yang berfokus pada transparansi, penguatan pengawasan, serta kehati-hatian dalam mengelola anggaran operasional program Makan Bergizi Gratis.